SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah mengajak masyarakat memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia Maju. Ajakan ini disampaikannya bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2025 yang mengangkat tema “Dari Keluarga untuk Indonesia Maju.”
“Keluarga yang kuat dan harmonis memberikan landasan yang kokoh dalam pembangunan manusia yang berkelanjutan. Utamanya dalam melahirkan generasi emas dalam mendukung Indonesia Maju,” ujarnya.
BACA JUGA:
- Pimpin Upacara Harkitnas 2026, Gubernur Khofifah Ingatkan Generasi Alfa Harus Siap Hadapi Era AI
- Dampingi Sheikh Afeefuddin di Ponpes Genggong, Gubernur Khofifah: Pesantren Benteng Moral Jatim
- Gubernur Khofifah Bahas Kerja Sama Jatim-Yaman di Grahadi
- Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026, Gubernur Jatim Ajak Ajak Kuatkan Toleransi
Khofifah, yang merupakan gubernur perempuan pertama di Jawa Timur, menegaskan bahwa keluarga merupakan pondasi strategis pembangunan jangka panjang, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing, berakhlak, dan berbudaya.
“Keluarga yang mampu membangun komunikasi, menjaga kehangatan, serta memiliki nilai-nilai kebersamaan akan lebih siap menghadapi tantangan zaman. Inilah basis ketahanan sosial kita,” katanya.
Menurutnya, ketahanan keluarga sangat penting dalam membentuk karakter individu, yang menjadi dasar pembangunan karakter bangsa. Ia juga menekankan pentingnya menjadikan keluarga sebagai wadah untuk mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan setiap anggota.
“Hal ini tidak hanya mencakup aspek ekonomi dan politik, tetapi juga kesejahteraan dan kebahagiaan setiap individu dan keluarga di seluruh nusantara,” tegasnya.
Mengacu pada Undang-Undang No. 52 Tahun 2009 Pasal 47 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Khofifah menjelaskan bahwa pemerintah wajib mendukung fungsi keluarga melalui pembinaan ketahanan dan kesejahteraan.
“Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki peran fundamental dalam mencetak generasi untuk masa depan bangsa,” terangnya.
Delapan fungsi keluarga yang perlu dijalankan meliputi fungsi keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, serta pembinaan lingkungan.
“Penerapan fungsi ini bertujuan agar keluarga dapat membentuk pribadi yang baik, mandiri, dan bahagia,” sebutnya.
Ia juga menyoroti pentingnya komunikasi efektif, dukungan emosional antaranggota keluarga, dan kemampuan mengelola konflik secara sehat sebagai ciri keluarga berkualitas.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




