Selasa, 25 Juni 2019 21:49

Tak Jelas Kelanjutannya, Masyarakat Gresik Khawatir Skandal Sexy Dancer Menguap

Minggu, 06 November 2016 14:02 WIB
Tak Jelas Kelanjutannya, Masyarakat Gresik Khawatir Skandal Sexy Dancer Menguap
Aksi sexy dancer di pelataran stadion GJS, 22 Oktober 2016. foto: istimewa

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Belum adanya kabar perkembangan kasus sexy dancer yang sempat menghebohkan publik Gresik membuat publik bertanya-tanya. Mereka khawatir kasus yang saat ini ditangani pihak Polres Gresik itu akan menguap kemudian hilang bak ditelan bumi.

"Sebagai warga Gresik, kami patut khawatir kalau kasus sexy dancer yang menghebohkan Gresik hilang begitu saja," ujar Ahmad, warga Kecamatan Driyorejo kepada BANGSAONLINE, Minggu (5/11).

"Jangan sampai kasus sexy dancer itu seperti petasan. Setelah meledak keras membuat masyarakat kaget dan gaduh. Namun, setelah suara petasan tak terdengar dan masyarakat lupa, kasus itu hilang," cetusnya.

Untuk itu, Ahmad meminta kepada Pemkab Gresik, DPRD, MUI (majlis ulama Indonesia), PC GP Ansor, dan komponen masyarakat Gresik lain tetap komitmen mengawal kasus tersebut hingga tuntas. "Kami sebagai masyarakat menagih janji mereka yang konon akan komit mengawal kasus tersebut hingga tuntas," terangnya.

Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Heru Dwi Purnomo kepada wartawan menyatakan, kasus tari striptis yang semula ditangani Polsek Kebomas, kini kasusnya diambil alih Polres Gresik. "Ini wujud atensi Kapolres Gresik, AKBP Adex Yudiswan. Makanya kami akan bergerak cepat dengan memanggil saksi yang melihat langsung pertunjukan itu," ujarnya, Kamis 27 Oktober 2016, lalu.

Selain melakukan pemanggilan terhadap para saksi yang melihat langsung, pihaknya juga berencana memanggil para penari erotis, yang di-booking oleh panitia penyelenggara. Pemanggilan itu untuk memperkuat pemberkasan perkara.

"Kami sedang mengumpulkan data dari panitia kegiatan tersebut. Nantinya data dari panitia, akan kami gunakan untuk memanggil para penari sexy dancer dan kawan-kawannya," jelasnya.

Langkah itu dilakukan, lantaran berdasarkan alat bukti berupa foto-foto serta video, pihaknya tidak dapat memastikan kegiatan tersebut digelar secara tertutup atau terbuka.

"Dalam kasus ini, kami juga akan menggunakan dua model pelaporan. Yaitu, model A dengan anggota polisi yang melapor serta model B yaitu menggunakan pelapor dari kelompok atau pribadi masyarakat," pungkasnya.

Sementara DPRD Gresik melalui Komisi A dan D juga mengaku akan all out mengawal kasus tersebut sampai tuntas. Meski kasus tersebut tengah ditangani oleh polisi, namun Komis A dan D berjanji akan terus mengawalnya. "Kami akan kawal terus kasus tersebut," kata anggota Komisi A, Abdul Qodir.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus menghebohkan berupa sexy dancer, lady wash dan joget koplo ini digelar oleh komunitas YVCIG (Yamaha Vixion Club Indonesia Gresik) pada Sabtu (22/10) di pelataran stadion GJS (Gelora Joko Samudro). Pergelaran ini dikecam masyarakat karena dianggap mencoreng nama baik Gresik yang dikenal kota santri dan kota wali. (hud/rev)

Senin, 24 Juni 2019 12:08 WIB
TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Novita Hardiny, istri dari Bupati Trenggalek Moh. Nur Arifin menegaskan kebersihan di kawasan wisata merupakan hal yang harus dijaga, baik oleh pemerintah, masyarakat, termasuk pengunjung wisata itu sendiri.Perny...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Sabtu, 22 Juni 2019 17:29 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag54. Rabbukum a’lamu bikum in yasya' yarhamkum aw in yasya' yu’adzdzibkum wamaa arsalnaaka ‘alayhim wakiilaanTuhanmu lebih mengetahui tentang kamu. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia akan memberi rahmat kepad...
Sabtu, 22 Juni 2019 13:55 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...