Banjir di desa Tawing kec. Munjungan. foto: HERMAN/ BANGSAONLINE
TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Terhitung sejak Januari hingga September tahun ini, sesuai data yang disajikan oleh Pusat Pengendalian Operasi Bencana (Pusdalops - PB) BPBD Trenggalek, total bencana yang terjadi mencapai 163 peristiwa.
Bencana tersebut menurut Gigih Hirtagara petugas Pusdalops-PB Trenggalek terdiri atas tanah longsor, banjir, angin kencang, kebakaran hutan, kekeringan dan gempa bumi. "Dari semua peristiwa bencana itu yang paling sering terjadi di kabupaten Trenggalek, banjir dan tanah longsor," kata Gigih saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (20/10). Selain banjir dan tanah longsor, angin kencang juga sering melanda Trenggalek.
BACA JUGA:
- Tergenang Banjir dan Longsor, Sejumlah Jalan di Trenggalek Putus
- Seluruh Korban Longsor di Trenggalek Berhasil Ditemukan, Proses Evakuasi Resmi Ditutup
- Tinjau Longsor di Trenggalek, Gubernur Khofifah Prioritaskan Mitigasi dan Relokasi Warga
- Gubernur Khofifah Serahkan Bantuan dan Siapkan Relokasi Hunian saat Tinjau Longsor di Trenggalek
Gigih merinci, jumlah peristiwa bencana banjir selama kurun waktu sembilan bulan itu mencapai 65 peristiwa. Selanjutnya peristiwa bencana tanah longsor mencapai 59 kejadian dan yang terakhir angin kencang 19 kejadian.
Banjir yang terjadi di kabupaten Trenggalek, kata Gigih lebih lanjut, terbagi atas banjir bandang dan banjir luapan air sungai atau genangan. Sedangkan untuk kecamatan yang paling sering dilanda banjir meliputi kecamatan Pogalan, Gandusari, Kampak dan Munjungan.
Berikutnya kecamatan yang paling sering dilanda bencana berupa tanah longsor meliputi kecamatan Bendungan, Watulimo, Kampak dan Munjungan. Sementara peristiwa bencana angin kencang sesuai data yang di miliki Pusdalops-PB biasanya terjadi antara bulan April hingga Mei.(man/rev)

(Tanah longsor di desa Jedeg Kecamatan Kampak, beberapa waktu yang lalu)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




