Sumarno Warga Tunggulrejo, 25 Tahun membuat Batu Bata Merah Demi Cukupi Keluarga

Sumarno Warga Tunggulrejo, 25 Tahun membuat Batu Bata Merah Demi Cukupi Keluarga Sumardi sedang menjemur batu bata merah.

Ditannya soal pemasaran, Sumarno menyampaikan dirinya tidak begitu paham detail karena puluhan cubung di sini dimiliki oleh 4 orang asal Kecamatan Singgahan.

“Tahunya kami kalau sekarang per 1000 buah bata merah, maka akan mendapatkan uang Rp 350 ribu. Namun, jika pembeli dari luar daerah Bojonegara, ataupun Cepu, harganya bisa mencapai Rp 450 sampai 500 ribu,” cetusnya.

Ia menambahkan, dalam pembuatan batu bata merah cukup sederhana. Mulai mengambil tanah liat lalu dicangkul di tempat (Ndebos). Kemudian, dikumpulkan menjadi satu disiram air dan ditambah abu. Campuran itu dilakukan guna menjaga kelembapan tanah liat agar mudah dipijak dengan kaki (ndek-ndek). Ini bertujuan agar bahan tanah liat menjadi lentur, lalu dipindah kecetakan (blok) dengan ukuran 11centimeter x 3 centimeter.

“Setelah dicetak baru dijemur sampai kering dan dilanjutkan pembakaran,” sambungnya.

Cuaca yang sering hujan akhir-akhir ini membuat pihaknya kerepotan. Bahkan, saat ini bata merah tanah liat buatannya sampai telat karena permintaan atau pesanan banyak dan pembeli harus inden.

“Saat ini sampai telat ngirim karena cuacanya yang kurang mendukung,” tutupnya. (tbn1/wan/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Perahu Penyeberangan Tenggelam di Bengawan Solo, Belasan Warga Dilaporkan Hilang':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO