Kamis, 19 September 2019 20:35

Tradisi Petik Laut di Muncar Banyuwangi, Terjaga Selama 115 Tahun

Minggu, 16 Oktober 2016 22:23 WIB
Tradisi Petik Laut di Muncar Banyuwangi, Terjaga Selama 115 Tahun
Kapal saat berangkat melarung sesaji dipetik laut di Selat Sembulung.

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Tradisi petik laut yang diselenggarakan setiap tanggal 15 Suro dalam tahun Jawa, merupakan tradisi masyarakat Muncar, Banyuwangi yang sudah dijalani selama 115 tahun. Tradisi itu Minggu (16/10) dilaksanakan dengan meriah.

Petik laut merupakan tradisi tolak balak sekaligus ungkapan syukur atas hasil yang dicapai selama ini. Pelabuhan Muncar merupakan pelabuhan terbesar yang ada di Banyuwangi.

Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko saat membuka pesta tradisi masyarakat pesisir ini mengatakan, Pemkab konsisten mengangkat kearifan budaya lokal yang telah ada di tengah masyarakat. Salah satunya dengan mengemas tradisi tersebut menjadi bagian dalam agenda wisata tahunan Banyuwangi Festival.

“Ini bentuk intervensi Pemda untuk mengenalkan budaya asli Banyuwangi kepada masyarakat global dengan membranding tradisi ini dalam kemasan festival. Kita berharap tradisi ini akan terus hidup dan menjadi daya tarik yang mampu menggerakan kunjungan wisatawan ke Banyuwangi,” ujar Wakil Bupati.

Ketua penyelenggara Petik Laut Muncar, H. M. Hasan Basri mengatakan, tradisi ini rutin digelar nelayan pesisir Muncar sejak tahun 1901 silam. Tepatnya setiap tanggal 15 Syuro penanggalan Jawa, atau 15 Muharram penanggalan Qomariah yang bertepatan dengan pasangnya air laut.

Dalam arak-arakan, tandas Hasan, iring-iringan kapal berhenti di lokasi laut yang berair tenang dekat semenanjung Sembulungan yang disebut warga pesisir Muncar dengan plawangan. Di lokasi inilah ritual utama dilakukan, sesaji dilarung ke laut di bawah pimpinan seorang sesepuh nelayan.

Teriakan syukur masyarakat pesisir sontak menggema saat sesaji jatuh dan tenggelam di telan ombak. Para nelayan bergegas menceburkan diri ke laut berebut mendapatkan sesaji. Sesekali mereka juga terlihat menyiramkan air yang di lewati sesaji ke seluruh badan perahu.

"Kami percaya air ini menjadi pembersih malapetaka dan diberkati ketika melaut nanti," kata salah satu nelayan. (bwi1/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...