Rabu, 15 Juli 2020 15:14

Ratusan PKL Demo Pemkab Sumenep, Tuntut Cabut Kebijakan Relokasi

Kamis, 11 Agustus 2016 16:23 WIB
Wartawan: Rahmatullah, Faisal
Ratusan PKL Demo Pemkab Sumenep, Tuntut Cabut Kebijakan Relokasi
Massa saat demo di depan kantor Pamkab Sumenep. foto: RAHMATULLAH/ BANGSAONLINE

SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Ratusan pedagang kaki lima (PKL) di Kabupaten Sumenep demo ke kantor pemkab setempat, siang tadi (11/8). Mereka menuntut kebijakan relokasi segera dicabut. Para PKL merasa kebijakan tersebut membunuh perlahan, karena pendapatan semakin seret pasca relokasi.

Koordinator aksi, Farid, dalam orasinya menegaskan bahwa kedatangan massa untuk mendesak pemerintah mengembalikan PKL ke tempat semula, yakni di Taman Bunga. Katanya, tempat yang kini ditempati PKL sepi pengunjung, sehingga pendapatan turun drastis. Sementara saat PKL mangkal di seputar Taman Bunga (TB), pendapatan PKL bisa dikatakatan lebih dari cukup.

“Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja, para PKL kebingungan,” tegasnya.

Menurut Farid, pemerintah mestinya melakukan kajian matang terlebih dahulu sebelum mengeluarkan kebijakan relokasi. Akibatnya, relokasi yang dipaksakan itu malah mengorbankan kehidupan PKL, karena pendapatan sangat minim.

Selain itu, kata Farid, penempatan PKL di sekitar lapangan Giling atau depan kantor Kementerian Agama Sumenep melanggar peraturan lalu lintas. Bahkan pengguna jalan merasa terganggu dengan aktivitas PKL di sana. Sebab itu, dia menuntut kebijakan relokasi segera dicabut.

“Kami mendesak agar PKL dikembalikan ke tempat semula,” teriaknya.

Farid juga mengatakan keberadaan PKL hanya dijadikan komoditas politik bupati dan wakil bupati jelang pemilihan kepala daerah beberapa waktu lalu PKL. Tetapi saat memegang tampuk kepemimpinan tertinggi birokrasi, justru kebijakan yang dikeluarkan malah menyengsarakan PKL. Katanya, fakta itu sangat tidak manusiawi.

Selain itu, pria yang juga Ketua LSM Gerakan Anti Korupsi Indonesia ini mengecam pernyataan Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi, yang mengatakan bahwa salah satu alasan merelokasi PKL Taman Bunga karena terindikasi adanya pungutan liar (Pungli).

Pernyataan Wabup itu menurut Farid Azziyadi, dinilai tak cukup bukti dan mengada-ada.

“Pak Wabup pernah mengeluarkan statement ada pungli di ranah PKL Taman Bunga. Saya berani debat publik dengan Wabup soal itu. Dan saya yakin beliau tidak akan berani menunjukkan bukti apapun. Karena hasil investigasi kami di lapangan, tiap bulan PKL itu membayar iuran," tegasnya.

Akhirnya perwakilan massa diperbolehkan masuk ke kantor pemkab. Sayangnya keinginan untuk berdialog langsung dengan bupati dan wakil bupati kandas, sebab keduanya tidak ada di kantor. Mereka hanya ditemui tim relokasi PKL.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumenep yang juga bagian tim relokasi PKL, Syaiful Bahri, menjelaskan pemerintah akan mengevaluasi PKL di tempat yang baru itu. sebab itu, katanya, pemerintah belum bisa memberikan kebijakan apa pun sebagai respon tuntutan PKL.

Untuk memastikan bupati dan wakil bupati tidak ada, perwakilan massa itu melakukan sweeping ke ruangan orang nomor satu dan dua di jajaran eksekutif itu. Tapi hasilnya nihil. Akhirnya mereka membubarkan diri dengan tertib. (mat/fay/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Senin, 13 Juli 2020 23:23 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Rabu, 15 Juli 2020 12:17 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...