Rabu, 15 Juli 2020 14:30

Payah! Konsep Relokasi tidak Matang, PKL jadi Korban

Selasa, 19 Juli 2016 19:58 WIB
Wartawan: Rahmatullah
Payah! Konsep Relokasi tidak Matang, PKL jadi Korban
PKL lemas menunggu pengunjung setelah diguyur hujan deras. foto: RAHMATULLAH/ BANGSAONLINE

SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Relokasi pedagang kaki lima (PKL) yang mangkal di seputar Taman Adipura yang lebih dikenal Taman Bunga (TB) ke depan lapangan kerapan sapi, atau di depan Kantor Kementerian Agaman (Kankemenag) Sumenep, terus menimbulkan persoalan. Yang paling nampak adalah menurunnya omzet PKL. Usut punya usut, ternyata konsep relokasi PKL itu pun belum matang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumenep, Syaiful Bahri, mengakui bahwa penempatan PKL di depan Lapangan Giling atau kerapan sapi itu merupakan masa ujicoba selama satu bulan. Pemerintah nanti akan melakukan evaluasi terhadap terhadap keberadaan PKL di tempat baru tersebut .

"Kita akan lakukan evaluasi. Apakah nanti akan ada langkah perbaikan atau memberikan alternatif-alternatif lain. Yang jelas kita tidak akan merugikan para PKL," jelasnya, Selasa (19/7).

Bahkan jika dari hasil evaluasi nanti mengharuskan dipindah lagi, kata Syaiful, maka PKL akan dipindah lagi ke tempat lain, termasuk akan di antaranya bisa dipindah ke dalam lapangan kerapan sapi.

Syaiful juga mengakui bahwa omzet PKL juga menurun. Tapi dia menganggap hal itu wajar, sebab berada di tempat baru. Beda dengan masih ada di TB yang lebih banyak diketahui kalangan umum.

Terkait ujicoba itu, respon tajam pun menggelinding. Salah satu warga Desa Kolor, Kecamatan Kota, yang memiliki kerabat PKL, Fauzan Adhima, menganggap penguasa saat ini sudah tidak punya hati nurani. Katanya, jika memang berpikir untuk nasib para PKL, pemerintah mestinya mengkaji secara matang kebijakan relokasi PKL itu, bukan malah dijadikan ajang ujicoba.

“Mereka (PKL, red) bukan kelinci percobaan. Akibatnya sudah jelas, nasib mereka menderita karena pendapatan terjun bebas. Ini menjadi bagian potret pemerintah yang tidak pro rakyat,” terang pria yang kini menjabat sebagai Sekretaris DPD KNPI Sumenep itu.

Dia berharap pemerintah mengambil langkah konkret terkait keberadaan PKL yang terus menuai sorotan itu. Dampak yang dirasakan PKL sudah nyata, tidak usah menunggu waktu untuk mengambil kebijakan lain. Dia mengusulkan bekas terminal lama yang berdekatan dengan Pasar Anom dijadikan tempat baru PKL.

“Saya bukan tidak setuju relokasi PKL. Hanya saja konsep yang diusung masih mentah, buktinya adalah tempat yang tidak representatif bagi PKL. Tolong segera cari tempat lain. Jika bisa bisa, saya usulkan di bekas terminal sepertinya cocok ditempati PKL,” tutupnya. (mat/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Senin, 13 Juli 2020 23:23 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Rabu, 15 Juli 2020 12:17 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...