Sabtu, 28 November 2020 12:32

Relokasi Dipaksakan, Pendapatan PKL di Sumenep Turun Drastis

Selasa, 12 Juli 2016 17:19 WIB
Wartawan: Rahmatullah
Relokasi Dipaksakan, Pendapatan PKL di Sumenep Turun Drastis
Tempat baru PKL sepi pengunjung. foto: RAHMATULLAH/ BANGSAONLINE

SUMENEP, BANGSAONLINE.com – Relokasi pedagang kaki lima (PKL) yang mencari nafkah di seputar Taman Adipura atau lebih dikenal Taman Bunga (TB) oleh masyarakat setempat ke dekat lapangan kerapan sapi, tepatnya di depan Kantor Kementrian Agama (Kankemenag) Sumenep, mendapat sorotan tajam dari sejumlah kalangan. Relokasi itu dinilai dipaksakan, sebab tempat yang baru bagi PKL tidak representatif untuk menjajakan barang dagangan.

Salah satu tokoh pemuda di wilayah Kecamatan Kota, Irsyad, memaparkan sangat kelihatan bahwa relokasi PKL itu sebenarnya program kejar tayang. Katanya, sebelum PKL direlokasi, pemerintah mestinya memiliki tempat yang representatif dan nyaman, sehingga PKL tetap bisa menjalani aktiftivitasnya tanpa menggerutu. Tapi yang terjadi malah sebaliknya.

“Tempat belum didesain dengan apik, atau lokasi yang baru belum siap ditempati, eh ternyata relokasi langsung dilakukan. Mau dikatakan apa kalau bukan program kejar tayang?” ungkapnya, Selasa (12/7).

Relokasi yang dipaksakan itu jelas berimbas. Yang sangat nampak, kata Irsyad, penghasilan PKL terjun bebas, sangat jauh bila dibandingkan dengan sebelum relokasi. Sebelum direlokasi ada yang berpenghasilan Rp 200 ribu per hari, kini tidak sampai Rp 100 ribu. Hal itu diyakini karena di tempat baru tersebut sangat sepi pengunjung.

Anehnya lagi, kata Irsyad, saat sebagian PKL mau menurunkan barang dagangan di bahu jalan, ada petugas yang membentak PKL tersebut dengan mengatakan tindakannya akan mengakibatkan macet lalu lintas. Padahal tenda yang disediakan untuk ditempati itu memang berdiri di bahu jalan.

“Ada keanehan luar biasa di lapangan. Tapi masih ada waktu bagi pemerintah untuk berbenah. Carikan konsep agar tempat yang baru itu bisa ramai seperti yang di Taman Bunga,” tandas mantan aktivis PMII Sumenep itu.

Beberapa waktu lalu, Wakil bupati Sumenep, Ach Fauzi, menjelaskan relokasi itu sudah melalui persetujuan dengan PKL sendiri. Katanya, para PKL bersedia direlokasi ke tempat yang baru tersebut.

“Kami sudah bicarakan rencana relokasi ini dengan para PKL,” ungkapnya. (mat/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 20 November 2020 22:13 WIB
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Berbicara tentang destinasi wisata di Kabupaten Sumenep memang tak pernah sepi. Selain memiliki sejumlah tempat wisata religi dan budaya, kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Madura ini juga memiliki segudang destina...
Selasa, 10 November 2020 09:44 WIB
Oleh: M. Mas’ud Adnan --- Peristiwa 10 November 1945 adalah tonggak sejarah sangat penting bagi bangsa Indonesia, terutama umat Islam. Sebab, pada momentum 10 November itulah, nasionalisme mendapat pemaknaan sangat signifikan dalam paradigma k...
Minggu, 22 November 2020 21:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...