Sabtu, 07 Desember 2019 18:34

Korban Lumpur Lapindo Gelar Istighotsah di Tanggul Lumpur

Kamis, 29 Mei 2014 21:36 WIB
Editor: rosihan c anwar
Wartawan: musta'in
Korban Lumpur Lapindo Gelar Istighotsah di Tanggul Lumpur
ISTIGHOTSAH - Warga korban lumpur Lapindo istighotsah kala memperingati 8 tahun lumpur Lapindo, di tanggul titik 21 di Desa Siring Porong, Kamis (29/5/2014) siang. foto : mustain/BangsaOnline

SIDOARJO (BangsaOnline) – Sejumlah warga korban lumpur Lapindo mengikuti istighotsah yang digelar di atas tanggul titik 21 di Desa Siring Kecamatan Porong, Sidoarjo, Kamis (29/5/2014) siang tadi. Doa bersama itu diantara kegiatan untuk memperingati delapan tahun semburan lumpur Lapindo yang terjadi pada 29 Mei 2006 silam.

 Istighotsah digelar dua kali, Kamis (29/5/2014) pagi dan Kamis (29/5/2014) siang. Istighotsah diawali dengan doa pembuka oleh KH Abdul Fattah, salah satu tokoh korban lumpur Lapindo asal Desa Kedungbendo Kecamatan Tanggulangin, satu diantara desa yang kini sebagian besar sudah tenggelam akibat lumpur Lapindo.

Doa istighotsah dipimpin oleh Gus Rofik, tokoh agam asal Desa Kedungcangkring Kecamatan Jabon Sidoarjo, juga desa yang terdampak semburan lumpur Lapindo.
“Semoga doa ini dikabulkan oleh Allah SWT sehingga lumpur nantinya akan berhenti,” cetus Gus Rofik di sela memimpin istighotsah.


Sebagai informasi, akibat semburan lumpur Lapindo, sejumlah desa di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sidoarjo 'hilang' karena tenggelam akibat lumpur yang masih menyembur hingga saat ini. Desa itu yakni Desa Siring, Desa Jatirejo dan desa Renokenongo Kecamatan Porong. Juga Desa Kedungbendo Kecamatan Tanggulangin.

Empat desa inilah yang sejak awal mula lumpur menyembur terkena dampak dan disebut Peta Area Terdampak (PAT). Empat warga desa itu lalu menuntut ganti rugi dan akhirnya menerima ganti rugi dari Lapindo Brantas Inc (LBI), yang dinaungi dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 14 Tahun 2007. Ganti rugi itu dibayar LBI melalui anak perusahaannya, PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ).

Besaran ganti rugi yang diterima warga, yakni untuk lahan sawah senilai Rp 120 ribu/meterpersegi, tanah pekarangan Rp 1 juta/meterpersegi dan bangunan Rp 1,5 juta/meterpersegi. Ganti rugi itu dibayar MLJ dengan skema 20 persen dan 80 persen.

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 21 November 2019 23:31 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Meluasnya kabar keberadaan destinasi wisata alam pohon besar yang mempunyai akar seribu di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, membuat warga setempat penasaran. Kini, pohon akar seribu itu telah menjadi daya tarik da...
Senin, 02 Desember 2019 15:43 WIB
Oleh: Nico Ainul Yakin (Wakil Ketua DPW Nasdem Jawa Timur)HUT ke-8 Partai NasDem yang digelar DPW Partai NasDem Jawa Timur di JX International Surabaya (23/11/2019) lalu berjalan meriah dan sukses. Ribuan kader NasDem dari pelosok Jawa Ti...
Sabtu, 30 November 2019 20:10 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*76. Wa-in kaaduu layastafizzuunaka mina al-ardhi liyukhrijuuka minhaa wa-idzan laa yalbatsuuna khilaafaka illaa qaliilaan.Dan sungguh, mereka hampir membuatmu (Muhammad) gelisah di negeri (Mekah) karena engkau h...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...