Senin, 26 Agustus 2019 12:51

Korban Lumpur Lapindo Gelar Istighotsah di Tanggul Lumpur

Kamis, 29 Mei 2014 21:36 WIB
Editor: rosihan c anwar
Wartawan: musta'in
Korban Lumpur Lapindo Gelar Istighotsah di Tanggul Lumpur
ISTIGHOTSAH - Warga korban lumpur Lapindo istighotsah kala memperingati 8 tahun lumpur Lapindo, di tanggul titik 21 di Desa Siring Porong, Kamis (29/5/2014) siang. foto : mustain/BangsaOnline

SIDOARJO (BangsaOnline) – Sejumlah warga korban lumpur Lapindo mengikuti istighotsah yang digelar di atas tanggul titik 21 di Desa Siring Kecamatan Porong, Sidoarjo, Kamis (29/5/2014) siang tadi. Doa bersama itu diantara kegiatan untuk memperingati delapan tahun semburan lumpur Lapindo yang terjadi pada 29 Mei 2006 silam.

 Istighotsah digelar dua kali, Kamis (29/5/2014) pagi dan Kamis (29/5/2014) siang. Istighotsah diawali dengan doa pembuka oleh KH Abdul Fattah, salah satu tokoh korban lumpur Lapindo asal Desa Kedungbendo Kecamatan Tanggulangin, satu diantara desa yang kini sebagian besar sudah tenggelam akibat lumpur Lapindo.

Doa istighotsah dipimpin oleh Gus Rofik, tokoh agam asal Desa Kedungcangkring Kecamatan Jabon Sidoarjo, juga desa yang terdampak semburan lumpur Lapindo.
“Semoga doa ini dikabulkan oleh Allah SWT sehingga lumpur nantinya akan berhenti,” cetus Gus Rofik di sela memimpin istighotsah.


Sebagai informasi, akibat semburan lumpur Lapindo, sejumlah desa di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sidoarjo 'hilang' karena tenggelam akibat lumpur yang masih menyembur hingga saat ini. Desa itu yakni Desa Siring, Desa Jatirejo dan desa Renokenongo Kecamatan Porong. Juga Desa Kedungbendo Kecamatan Tanggulangin.

Empat desa inilah yang sejak awal mula lumpur menyembur terkena dampak dan disebut Peta Area Terdampak (PAT). Empat warga desa itu lalu menuntut ganti rugi dan akhirnya menerima ganti rugi dari Lapindo Brantas Inc (LBI), yang dinaungi dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 14 Tahun 2007. Ganti rugi itu dibayar LBI melalui anak perusahaannya, PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ).

Besaran ganti rugi yang diterima warga, yakni untuk lahan sawah senilai Rp 120 ribu/meterpersegi, tanah pekarangan Rp 1 juta/meterpersegi dan bangunan Rp 1,5 juta/meterpersegi. Ganti rugi itu dibayar MLJ dengan skema 20 persen dan 80 persen.

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...