Rabu, 12 Agustus 2020 21:55

Polres Gresik Rekonstruksi Pembunuhan di Gending, Pelaku Peragakan 10 Adegan

Kamis, 16 Juni 2016 18:45 WIB
Polres Gresik Rekonstruksi Pembunuhan di Gending, Pelaku Peragakan 10 Adegan
Pelaku saat memeragakan salah satu adegan cara membunuh korban. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Polres Gresik menggelar rekontruksi kasus pembunuhan yang dilakukan seorang suami terhadap istrinya, Kamis (16/6).

Pelaku adalah Harifuddin (36), warga asal Sulawesi yang tidak lain adalah suami korban Dewi Purwaningsih (35), warga Desa Mulyoagung Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban yang tewas dibunuh pelaku. Peristiwa pembunuhan itu terjadi di kamar kos jalan Veteran Kelurahan Gending Kecamatan Kebomas, pada Kamis (21/4), bulan lalu.

Dalam rekontruksi tersebut, pelaku memeragakan 10 kali adegan. Adegan tersebut runtut mulai dari kedatangan Harifuddin ke kamar kos hingga mengajak istrinya berobat dan berujung penganiayaan hingga mengakibatkan korban tewas di kamar kos.

"Ada 10 adegan yang diperankan pelaku sendiri. 3 adegan yang mengakibatkan korban meregang nyawa," ujar Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Heru Dwi Purnomo usai jalannya rekontruksi, Kamis (16/6).

Heru menegaskan, dari tiga adegan yang mengakibatkan korban tewas di antaranya, pelaku membenturkan kepala korban sebanyak dua kali ke lantai dan mematahkan kedua tangan korban.

"Saat kejadian, pelaku pulang ke kos-kosan korban. Pelaku mengajak istrinya berobat, tapi menurut pelaku ajakan tersebut ditolak oleh korban yang saat itu sedang sakit," jelas Heru.

Lantaran kesal, pelaku memaksa korban. Namun korban tetap menolak hingga pelaku merasa jengkel. Pelaku kemudian kalap hingga menarik korban dan membenturkan kepalanya dua kali ke lantai dan menekuk kedua tangan korban hingga patah.

"Karena mengalami luka serius korban akhirnya meninggal," jelasnya.

Rekontruksi tersebut mendapatkan penjagaan cukup ketat. Langkah itu dilakukan untuk menjaga keamanan pelaku dari amukan masa yang geram terhadap pelaku yang tega menghabisi nyawa istrinya sendiri.

Ditambahkan Heru, dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengakui telah membunuh istrinya, karena kesal dengan istrinya saat sedang sakit tapi tidak mau diobatkan.

"Pelaku dijerat pasal 44 (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004, tentang penghapusan KDRT, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (hud/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 12 Agustus 2020 20:53 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur panjang sekaligus meningkatkan bentuk pelayanan, KAI Daop 7 Madiun akan mengoperasikan dua KA Brantas, yakni KA 117 dan KA 118 relasi Blitar-Pasar Senen.Manajer Humas PT KAI Dao...
Senin, 10 Agustus 2020 18:53 WIB
Oleh: M Mas'ud AdnanApollinaris Darmawan - seorang kakek – sangat rajin menghina dan memfitnah agama Islam dan Nabi Muhammad. Dari jejak digitalnya, Apollinaris yang non muslim itu kurang lebih 10 tahun menghina Islam dan juga tokoh-tokoh Islam ...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...