Muhammad Ridwan Asyfi saat live di Tuban. foto: EKY NURHADI/ BANGSAONLINE
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Membaca shalawat kepada kekasih Allah, Muhammad SAW kini sudah menjadi budaya. Di mana-mana setiap ada acara yang berbau religius pasti ada pembacaan shalawat baik dilakukan oleh kelompok maupun perorangan. Selain itu, lagu-lagu qasidah yang terjual melalui VCD juga digemari masyarakat.
Di Bojonegoro sendiri, geliat anak-anak muda dalam mensyiarkan shalawat semakin nyata. Saat ini, hampir di setiap desa ada sebuah group rebana atau hadrah baik itu jenis modern maupun lama (al-banjari).
"Kuasai Jagad dengan Shalawat". Kata itu sering disampaikan Muhammad Ridwan Asyfi, vokalis shalawat ternama kelahiran 9 Agustus 1995 asal Desa Banjaran, Kecamatan Baureno, Bojonegoro.
Dengan kelebihan suaranya yang merdu, Ridwan ingin masyarakat Bojonegoro dan seluruh nusantara membiasakan membaca shalawat. Karena sirr (rahasia) shalawat sangat banyak. Semakin banyak dibaca semakin banyak pula rahasia dan faedahnya.
Memang, nama Ridwan Asyfi sedikit asing di telinga sebagian masyarakat Indonesia. Tapi di kalangan para santri, nama salah satu vokalis group shalawat Al-Muqtashida Langitan, ini sudah menancap di hati. Fans-fans yang mengidolakan lantunan sholawatnya banyak berserakan di mana-mana. Bukan hanya dari kalangan kaum santri, namun dari kalangan pemuda-mudi biasa juga banyak.
Dia terbilang sukses menjadi salah satu inspirasi gemar membaca shalawat bagi anak-anak, pemuda hingga orang dewasa. Itu terlihat dari penjualan keping VCD Al-Muqtashida yang meledak dalam setiap album yang dikeluarkan Pondok Pesantren Langitan, Tuban itu.
"Terakhir album Fi Hubbi (dalam naungan cinta Rosul SAW)," ujarnya kepada bangsaonline.com.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




