KH. Anwar Zahid. foto: EKY NURHADI/ BANGSAONLINE
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com – Para santri yang mondok di Ponpes Assyafi'iyah milik KH Anwar Zahid kebanyakan adalah anak-anak transmigrasi yang masih minim pendidikan sosial dan agama. Selain itu, rata-rata juga anak yatim dan anak-anak yang kurang mampu.
Mereka berasal dari daerah Sumatera, Jambi, Palu, Riau, Papua serta beberapa daerah lain di luar pulau Jawa. Mereka niat belajar di pondok Anwar Zahid karena termotivasi ingin bisa ceramah seperti Anwar.
BACA JUGA:
- Puluhan Santri di Jombang Keracunan Usai Berbuka Puasa dengan Menu Diduga MBG
- Sebelas Kelurahan di Kecamatan Pesantren Kota Kediri Terima Mobil Pelayanan Masyarakat
- Tak Percaya IQ Murid Cerdas Bawaan Lahir, Kiai Asep: Bakar Saja Buku-Buku IQ, Jika Itu Bawaan
- Kesiapan Pesantren dalam Menjalankan Program Makan Begizi Gratis
"Santri yang mondok di sini saya gratiskan semua mulai kebutuhan sekolah dan mengaji," tandas KH. Anwar Zahid.
"Harapannya setelah pulang nanti mereka bisa berjuang agama islam di tanahnya," jelas Kiai Qulhu itu.
"Ya ada laki-laki dan perempuan (santri transmigrasinya,red). Mereka satu tahun sekali pulangnya," imbuhnya.
Saat ini santrinya masih diajarkan kitab-kitab pada umumnya di pondok lain. Tapi, ke depan Anwar mempunyai program unggulan, yakni tahfidzul quran atau menghafal al-quran. "Untuk sekolahnya jenjang Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah," ungkapnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




