Kiai Mas'ody Shabri.
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Desa Telaga Pakamban Daja Kecamatan Pragaan Sumenep, asalnya merupakan tempat yang sepi dan angker. Namun kini sudah menjadi pusat pembelajaran anak didik, dan terbilang sudah ramai.
Di sinilah tempat berdirinya Pondok Pesantren Agung Damar asuhan KM Mas'ody Shabri. Bagaimana sejarah berdirinya? Ikuti wawancara dengan Kiai Pendiam yang masih muda itu?
BACA JUGA:
- Puluhan Santri di Jombang Keracunan Usai Berbuka Puasa dengan Menu Diduga MBG
- Sebelas Kelurahan di Kecamatan Pesantren Kota Kediri Terima Mobil Pelayanan Masyarakat
- Tak Percaya IQ Murid Cerdas Bawaan Lahir, Kiai Asep: Bakar Saja Buku-Buku IQ, Jika Itu Bawaan
- Kesiapan Pesantren dalam Menjalankan Program Makan Begizi Gratis
Menurut Kiai Mas’ody, Telaga Pakamban Daja Pragaan Sumenep, awalnya merupakan kampung terpencil. Tak banyak dikenal oleh masyarakat. Apalagi sampai berdiri pondok pesantren, tentu sangat mustahil.
Wilayahnya dulu masih dikenal sebagai hutan angker. Lebih pantas ditempati binatang buas yang mengerikan. Nah, sekarang sudah kita lihat jauh berbeda, karena setiap tahunnya kan bertambah penduduknya. (bersambung)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




