Selasa, 14 Juli 2020 15:51

Tandatangan Dewan Jember Dipalsu untuk Ajukan Keringanan ke RS

Selasa, 10 Mei 2016 20:12 WIB
Tandatangan Dewan Jember Dipalsu untuk Ajukan Keringanan ke RS
ilustrasi

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Komisi D DPRD Jember dibuat geram oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, terutama pihak-pihak yang dianggap calo SPM. Mereka menduga ada pemalsuan tandatangan anggota Dewan terutama komisi D yang bisa meringankan beban biaya rumah sakit. Mereka pun meminta ada perbaikan komunikasi sehingga tidak dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab.

Hal ini terungkap saat dilakukan Rapat Dengar Pendapat (hearing) DPRD Jember bersama tiga rumah sakit di Jember. "Kami kaget ada data tanda tangan ratusan anggota komisi D DPRD Jember yang merekomendasi SPM," ucap M. Hafidi, Ketua Komisi D DPRD Jember kemarin.

Dia mencontohkan ada nama Andik, dari Gerindra yang selama tahun 2016 ini sudah bertanda tangan 158 pasien. Juga ada nama Agus Sofyan, dari PDI Perjuangan hingga 105 pasien.

"Padahal mereka merasa tidak tanda tangan sebanyak itu. Bahkan, kami dapat laporan punya mas Agus ini discan," ucapnya.

Begitu juga Ja'faroh Wafi yang dipalsu sehingga banyak rekom yang keluar. Padahal, mereka merasa tidak nemberikan rekom sampai sebanyak itu.

Hafidi pun menuduh ada permainan terhadap rekom DPRD di rumah sakit, di mana yang terbanyak terjadi di RSD dr. Soebandi Jember. Dirinya menuding ada makelar yang bermain di rekom ini. "Jangan-jangan ada calo di RS," ucap Hafidi.

Bahkan dengan nada guyonan, Hafidi mengatakan di RS sepertinya ada poli yang bagian tandatangan. Oleh karena itu, dia mengatakan harus ada yang diperbaiki untuk manajemen agar tidak sampai ada kasus tandatangan palsu.

Andik sendiri mengatakan dirinya tidak pernah memberikan rekom sebanyak itu. Dia mengatakan tidak sampai 30 rekom ke pasien miskin. Karena itu dirinya kaget dengan data dari dinkes dan rumah sakit mencapai 158 tandatangan di 2016 ini.

"Padahal tandatangan saya ndak mudah. Tapi kalau niat buruk berlatih gitu ya bisa memalsu," ucapnya sambil geleng-geleng kepala.

Dirinya tidak tahu bagaimana laporan kemudian ada rekom pasien sebanyak itu. Oleh karena itu, dirinya setuju jika ada perbaikan cara untuk rekom pasien miskin benar-benar dari anggota dewan.

"Yang penting untuk kepentingan orang miskin tidak menjadi masalah," ucap Andik.

Namun, yang menjadi masalah adalah klaim yang 40 persen jika mendapatkan rekom dari sekda 100 persen. Katerangan pengambilan sisa dana bisa dengan surat kuasa. Nah, jika dengan surat kuasa ada dana cash inilah yang sangat mungkin dimanfaatkan oleh oknum.

"Tentu ini sangat berbahaya karena akan menguntungkan pihak-pihak tak bertanggung jawab," kata Andik.

Sementara itu, Ja'faroh Wafi dari Nasdem menuturkan bahwa dulu pengajuan keringanan pasien miskin sudah bagus, yakni bisa komunikasi lewat SMS. "Kami bisa SMS dan pastinya nomer anggota dewan tidak ganti " jelasnya.

Namun, kemudian SMS tidak sakti karena harus ada memo dari anggota dewan dahulu. Memo memang menjadi syarat administrasi untuk bisa pengajuan ke pemerintah daerah melalui sekretaris daerah. Nah, memo inilah yang diakui Ja'faroh kemudian tanda tangan rawan dipalsu oknum-oknum tersebut.

Isa Mahdi pun kemudian mengusulkan harus ada sistem ketat. "Selain memo, pihak rumah sakit harus sms dan telfon ke anggota yang merekom," tegasnya.

"Pasalnya, RS juga sudah mendapatkan nomer seluruh anggota Komisi D. Sehingga bukanlah hal sulit untuk mengcrosceknya," imbuh Isa.

Sementara itu, dr. Budi Raharjo, Pelaksana Tugas RSD dr. Soebandi mengatakan, selama ini memang pihaknya menerima memo dari DPRD Jember. Pihaknya tidak dalam kapasitas melihat tanda tangan benar atau tidak. "Jika ada memo rekom akan langsung diproses," ucap dr. Budi.

Dengan pengetatan rekom ini, pihaknya sangat setuju sehingga tidak sampai ada kebocoran lagi. Pihaknya sudah membagikan telepon petugas bagian masyarakat miskin. Dengan demikian, diharapkan Tidak ada lagi rekom bodong. (jbr1/yud/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Senin, 13 Juli 2020 23:23 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 13 Juli 2020 22:40 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...