Senin, 19 Agustus 2019 11:37

22 Lembaga Sekolah di Kota Kediri Masih Ujian Sistem Manual

Senin, 04 April 2016 15:24 WIB
22 Lembaga Sekolah di Kota Kediri Masih Ujian Sistem Manual
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar bersama kepala Dinas Pendidikan saat sidak pelaksanaan ujian nasional di SMK PGRI 2 Kota Kediri. foto: arif kurniawan/ BANGSAONLINE

KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com – Meski tahun ini sudah banyak para siswa yang mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK), namun di Kota Kediri masih ada 22 lembaga sekolah yang mengikuti ujian nasional dengan sistem manual atau kertas (Paper Based Tes).

Sesuai data, 22 lembaga sekolah yang masih ujian nasional dengan sistem manual atau PBT terdiri dari 12 SMA swasta, 5 SMK dan 5 madrasah Aliyah (MA).

Adapun untuk jumlah peserta Jumlah Peserta SMA/MA sebanyak 4.389 anak. Untuk UNBK 2.370 anak dan PBT 2.019 anak. Sementara SMK dikuti 5.027 anak, dengan rincian yang UNBK 4.754 anak dan PBT 273 anak.

Dengan masih adanya beberapa siswa yang ujian dengan sistem manual atau PBT, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar optimis tahun depan, semua lembaga sekolah di Kota Kediri sudah berbasis komputer semua atau UNBK.

“Masih ada beberapa lah yang manual. Tahun depan Insya Allah sudah sistem komputer semua,” ujarnya saat ditemui disela sidak di SMK PGRI 2 Kediri, Senin (4/4).

Abu Bakar mengaku lebih suka dengan sistem UNBK. Sebab, ada 500 kombinasi soal dan peserta tidak bisa contekan. “Kalau saya lebih suka model ujian seperti ini, para siswa bisa tenang dan percaya diri, karena tidak bisa contekan, mengingat ada 500 kombinasi soal yang diacak,” ujarnya.

Dari pantauan yang dilakukan Wali Kota bersama dinas pendidikan, tidak ada trouble maupun adanya gangguan karena server putus atau listrik mati.

“Kami juga cek semuanya, dan hasilnya Alhamdulillah lancar dan tidak ada kendala. Genset-genset jika listrik mati juga sudah disiapkan. Jadi pelaksanaan ujian kali ini relatif lancar,” ujar Abu Bakar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Siswanto mengaku, dengan sistem UNBK, tujuan Pemerintah untuk mencetak siswa jujur akan tercipta. “Dengan UNBK ini, siswa akan jujur, karena tidak bisa Menyontek, mengingat ada banyak kombinasi soal,” ujarnya. (rif/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...