Senin, 13 Juli 2020 19:26

SPBU di Pacitan Nakal, Jual BBK dengan Harga Lama

Selasa, 15 Maret 2016 11:21 WIB
Editor: choirul
Wartawan: yuyun abdi
SPBU di Pacitan Nakal, Jual BBK dengan Harga Lama
Satu dispenser di SPBU 01 Pacitan yang masih menjual BBK jenis pertalite seharga Rp 7.500 per liter. foto: yuyun abdi/ BANGSAONLINE

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Kebijakan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) yang sudah dirilis PT Pertamina, sejak pukul 00.00 Wib, Selasa (15/3) pagi ini, rupanya belum diikuti sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Pacitan.

Terbukti, hingga pukul 09.30 WIB, petugas SPBU yang beralamatkan di sepanjang Jl. Yos Sudarso, Kelurahan Ploso, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, masih menjual BBM dengan tarif lama. Sebagai contoh pertalite, yang mestinya turun menjadi Rp 7.300 per liter, akan tetapi di dispenser bahan bakar, masih tertera harga Rp 7.500 per liter. Hal tersebut juga berlaku untuk pertamax serta pertamina dex.

Sebagaimana diketahui, PT. Pertamina dengan surat pengumuman bernomor 025/F 154 10/2016- S3 tentang harga jual BBK dan solar keekonomian di SPBU, menyebutkan bahwa sejak Selasa (15/3) beberapa BBK memang mengalami penurunan harga. Seperti pertamax turun menjadi Rp 7.850 per liter, pertamax plus menjadi Rp 8.750 per liter, pertalite menjadi Rp 7.300 per liter, pertamina dex menjadi Rp 8.700 per liter, dan solar keekonomian menjadi Rp 7.250 per liter.

Pengelola SPBU registrasi 01, Sudarsono, mengakui masih menjual BBM dengan harga lama. Ia berdalih, baru menerima kabar terkait kebijakan penurunan harga BBM sekira pukul 08.00 WIB. "Sehingga belum sempat merubah harga di meter disepenser‎," dalihnya, saat dikonfirmasi wartawan.

Dilain pihak Setyawan, owner SPBU 01, tidak bersedia dikonfirmasi media. Berulang kali dihubungi melalui ponselnya, pengusaha migas asal Kota Madiun ini tidak bersedia mengangkat teleponnya, sekalipun terdengar nada sambung. Hal senada juga dialami Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Pacitan, Sar Setyo Utomo. Mantan kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan ini tidak bersedia mengangkat telepon wartawan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Sekkab Pacitan, Joni Maryono, mengatakan, baru mendengar adanya berita kebijakan penurunan harga BBM, setelah dimintai keterangan awak media. Joni yang kemarin masih mengikuti Diklat Pim II, berjanji akan segera melakukan koordinasi dengan satuan kerja terkait.

"Saya baru dengar kalau ada penurunan harga BBM, ya dari sampean (wartawan) ini. Secepatnya akan saya koordinasikan dengan satuan kerja terkait, kalau memang ada SPBU nakal," katanya, ditempat terpisah.

Sementara itu Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Dinkopindag) setempat, Hari Purwantoro, menegaskan, sebenarnya Distamben yang paling berkompeten menyikapi persoalan tersebut. "Kami ini hanya berfungsi pengawasan," kata kakak dari mantan first lady Pacitan, Hj. Luki Baskorowati Indartato ini.

Terkait adanya SPBU yang masih menjual BBK dengan tarif lama, pihaknya akan segera turun lapangan melakukan klarifikasi. "Kalau memang itu benar, ya mestinya harus ada sanksi tegas," tegas Hari.

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Sabtu, 11 Juli 2020 01:28 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...