Minggu, 26 Januari 2020 22:19

Pilgub Jatim 2018: Tapal Kuda Berpotensi Menentukan Kemenangan Pilgub

Rabu, 17 Februari 2016 02:13 WIB
Pilgub Jatim 2018: Tapal Kuda Berpotensi Menentukan Kemenangan Pilgub

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Jawa Timur adalah provinsi besar yang terdiri dari berbagai macam etnis yang hidup di sejumlah wilayah di provinsi paling Timur pulau Jawa ini. Karenanya, pemilihan gubernur Juni tahun 2018 nanti juga tak bisa lepas dari unsur primordialisme dan kesukuan. Tak heran kalau wilayah tertentu harus digarap lebih khusus kalau ingin mendulang suara besar. Hal itu diungkapkan peneliti dari The Initiative, Muhammad Dahlan.

Menurut alumni pascasarjana FISIP Universitas Indonesia (UI) ini, satu di antara wilayah yang strategis itu adalah tapal kuda. Alasannya jelas, wilayah tapal kuda memiliki jumlah penduduk yang besar alias kantong gemuk suara. Karena itu, siapa calon yang berhasil menggarap tapal kuda, maka punya peluang besar untuk memenangi pilgub.

“Hampir 60 persen penduduk Jawa Timur ada di wilayah tapal kuda. Ini jelas kantong suara yang signifikan,” urai Dahlan kepada Didi, wartawan BANGSAONLINE, Selasa (16/2).

Dosen ilmu politik di Universitas Bung Karno (UBK) Jakarta ini mengingatkan, meskipun punya potensi suara yang besar tapi tak mudah masuk ke wilayah tapal kuda. Sebab, di wilayah itu primordialisme dan kesukuannya sangat tinggi. Pasalnya, mayoritas penduduk di sana adalah etnis Madura atau mereka yang keterkaitan dengan Madura.

Karena itu, hanya tokoh yang berlatar etnis Madura yang punya kans diterima oleh masyarakat di wilayah tapal kuda. Mereka bisa orang yang tinggal di wilayah tapal kuda atau di luar tapal kuda tapi punya keterkaitan dengan etnis Madura. Bahkan bisa juga tokoh Madura yang tinggal di Madura atau Jakarta.

Alumni lembaga Sugeng Sarjadi Syndicate (SSS) ini menyebut sejumlah tokoh Tapal Kuda yang representatif untuk dicalonkan maju Pilgub Jatim 2018. Di antaranya Hasan Aminuddin (mantan Bupati Probolinggo dua periode), MZA Djalal (mantan Bupati Jember dua periode) dan Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi terpilih kedua kalinya).

“Tiga tokoh itu mewakili unsur sebagai representasi tapal kuda. Baik dari ketokohan maupun latar belakang,” papar Dahlan.

Di luar tiga tokoh itu, Dahlan menyebut Mahfud MD, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Said Abdullah, anggota DPR RI asal Sumenep dan Rendra Kresna, Bupati Malang dua periode yang merupakan putra Madura juga punya kans untuk bisa mendulang suara di tapal kuda. Alasannya sederhana, tapal kuda itu meski bukan pulau Madura tapi bahasa dan kesehariannya persis dengan masyarakat Madura.

“Kalau tidak bisa bahasa Madura, bagaimana mau berkomunikasi apalagi mendekati masyarakat di tapal kuda. Itu contoh paling simple,” imbuh eksponen HMI keturunan Madura ini.

Dahlan melanjutkan, kalau tapal kuda digarap sebaiknya juga sepaket dengan Madura. Dengan begitu hasil yang didapat akan jauh lebih maksimal. Namun bukan berarti mengabaikan wilayah Pantura, Mataraman, Arek dan lainnya. Namun prioritas sangat penting dalam politik apalagi konteks pemilihan kepala daerah.

“Paling tidak, cagub mendatang harus menggandeng tokoh Madura sebagai pendamping. Sebab orang Madura tersebar di mana-mana di Jawa Timur, bahkan sampai Jakarta, Kalimantan dan Timur Tengah. Banyak di antara mereka yang masih ber-KTP Jawa Timur. Ini jelas sebuah potensi besar dan mereka akan cenderung memilih pasangan yang ada unsur Madura,” pungkas mantan Ketua Komisariat HMI Unair ini. (mdr) 

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Senin, 20 Januari 2020 10:16 WIB
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Lembah Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu tidak hanya menyimpan potensi wisata pemandian air panasnya yang sangat terkenal itu.Satu aset wisata terpendam Kota Batu yang belum tergali adal...
Senin, 13 Januari 2020 16:17 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanKHM Yusuf Hasyim wafat pada 14 Januari 2007. Putra Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy'ari itu selain dikenal sebagai tokoh NU dan komandan Laskar Hizbullah juga pengasuh Pesantren Tebuireng selama 41 tahun (1965-2006). Untuk mengenan...
Sabtu, 25 Januari 2020 10:40 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*80. Waqul rabbi adkhilnii mudkhala shidqin wa-akhrijnii mukhraja shidqin waij’al lii min ladunka sulthaanan nashiiraan.Dan katakanlah (Muhammad), ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluark...
Selasa, 21 Januari 2020 13:25 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...