TUMPENG. Ratusan warga dari dua desa yakni Desa Kedungbanteng dan Desa Banjar Asri Kecamatan Tanggulangin, melakukan tasyakuran di depan tempat sumur TA I milik Lapindo Branras Inc di Desa Kedungbanteng. foto: catur andy erlambang/ BANGSAONLINE
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Ratusan warga dari dua desa yakni Desa Kedungbanteng dan Desa Banjar Asri Kecamatan Tanggulangin melakukan tasyakuran di depan tempat sumur TA I milik Lapindo Branras Inc di Desa Kedungbanteng, Selasa (12/1). Tasyakuran besar-besaran dengan membawa 11 macam tumpeng dilakukan sebagai sebagai wujud syukur kepada Tuhan YME atas pembatalan pengeboran.
Selain itu, warga juga membentangkan poster dari kertas yang bertuliskan, “Syukuran Bareng Warga Banjar Asri dan Kedungbanteng”, “Warga Kami Tidak Setuju Lapindo Ngebor”, “Jangan Bor Desa Kami”
H Zainal Fanani selaku tokoh masyarakat Desa Kedungbanteng mengungkapakn terima kasih kepada pemerintah karena mendengarkan aspirasi masyarakat yang menolakan rencana Lapindo Brantas Inc melakukan pengeboran.
"Warga masih trauma dengan kejadian semburan lumpur panas yang menimpa warga Desa Renokenongo dan warga sekitaran Porong," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Kedungbanteng Mukhlison mengatakan, pihaknya tidak mengetahui kalau warganya sudah ada rencana menggelar acara tumpengan tersebut karena tak ada koordinasi sebelumnya. "Namun, saya diundang untuk bisa ikut menghadiri acara ini," kata Mukhlison
Terpisah, Kapolsek Tanggulangin AKP Sirdi mengatakan, pihaknya mengerahkan seluruh personil yang berjumlah sekitar 25 anggota dari Polsek Tanggulangin dan 10 personil raimas dari Polres Sidoarjo sebagai antisipasi hal yang tak diinginkan.
"Acara tasyakuran berjalan lancar, dari semua warga yang hadir menunjukkan etika yang baik dan tidak ada anarkis," tandasnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




