Jumat, 22 November 2019 06:27

Sebelas PTS di Jawa Timur Terancam Ditutup

Minggu, 27 Desember 2015 15:30 WIB
Sebelas PTS di Jawa Timur Terancam Ditutup
Menristekdikti, Moh Nasir. foto: nurqomar/ BANGSAONLINE

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah menurunkan jumlah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang dibina atau dinonaktifkan. Hal itu disampaikan Menristekdikti, Moh Nasir usai memberikan Kuliah umum di Universitas Darul Ulum Sukodadi Lamongan, Minggu (27/12).

Dikatakannya dari 119 perguruan tinggi (PT) yang masih berstatus nonaktif pada bulan lalu, Desember ini telah berkurang menjadi 52 PTS yang harus menyelesaikan permasalahan nonaktif PTSnya hingga akhir Desember 2015. "Kalau masih belum bisa selesai sampai akhir Desember, ada 11 PTS yang akan ditutup," ujarnya.

PTS yang akan ditutup ini, beberapa di antaranya juga merupakan PTS di Surabaya. Namun, Nasir enggan menyebutkan PTS yang sudah berada di garis merah penutupan ini. "Ada datanya, tapi saya tidak hafal," katanya.

Dikatakan Menristek, PTS yang dinyatakan tutup itu karena disebabkan banyak hal, di antaranya tak mampu mencari mahasiswa, dosen atau karena konflik kepengurusan yayasan. Selain itu juga ditengarai oleh ketidakmampuan mereka memenuhi persyaratan yang diminta oleh Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. "Jadi, mereka sendiri yang menyatakan tutup kepada Kopertis," katanya.

Sejauh ini, di Jawa Timur masih menyisakan sebanyak 360 PTS yang masih aktif dan sehat dalam aktivitas perkuliahannya. Terkhusus untuk tiga PTS yang kini masih dalam pembinaan, Kopertis masih memberikan tenggang hingga 31 Januari 2016 untuk perbaikan dan akan dievaluasi hingga enam bulan.

Sejumlah hal yang harus dipenuhi yakni normalisasi rasio antara mahasiswa dan dosen serta pemenuhan dosen tetap minimal enam dosen di setiap program studi.

Meski begitu, M. Nasir berharap agar pemerintah tetap fair dan transparan untuk menerapkan sanksi serupa pada Perguruan Tinggi Negeri yang juga bermasalah dalam hal rasio mahasiswa dan dosen atau terkait legalitas program studi yang ditawarkan.

"Kami mohon Kopertis juga bersikap transparan dan sama dengan PTN. Jika seperti ini, kami khawatir imej PTS akan disamaratakan, bermasalah dan tidak berkualitas,” katanya. (lmg1/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 21 November 2019 23:31 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Meluasnya kabar keberadaan destinasi wisata alam pohon besar yang mempunyai akar seribu di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, membuat warga setempat penasaran. Kini, pohon akar seribu itu telah menjadi daya tarik da...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Senin, 18 November 2019 12:31 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*71. Yawma nad’uu kulla unaasin bi-imaamihim faman uutiya kitaabahu biyamiinihi faulaa-ika yaqrauuna kitaabahum walaa yuzhlamuuna fatiilaan.(Ingatlah), pada hari (ketika) Kami panggil setiap umat dengan pemimpi...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...