Kepala Dispendik Gresik, Mahin, Spd. foto: syuhud almanfaluty/ BANGSAONLINE
Untuk Bosda SMA sepanjang tahun 2016 totalnya Rp 27,3 miliar. Rinciannya Rp 19,8 miliar untuk 33.022 siswa dari SMA, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB). Dan Rp 7,5 miliar untuk 12.468 siswa dari Madrasah Aliyah (MA).
Sedangkan untuk Bosda jenjang SMP totalnya Rp 21,8 miliar. Rinciannya Rp 12,3 miliar untuk 31.919 siswa SMP, SMP Luar Biasa, dan SMP Terbuka. Dan Rp 9,5 miliar untuk 24.860 siswa dari Madrasah Tsanawiyah (MTs).
Selajutnya untuk Bosda 2016 SD totalnya Rp 21,9 miliar. Rinciannya Rp 14 miliar untuk 77.805 siswa SD dan SD Luar Biasa. Serta Rp 8,9 miliar untuk 48.683 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI). "Jadi total Bosda 2016 sekitar Rp 71 miliar," terangnya kepada bangsaonline.
Tahun 2017, kata Mahin, Dispendik juga sudah menyiapkan proyeksi besaran Bosda. "Rp 27 ribu per siswa sebulan untuk jenjang SD sederajat, Rp 35.400 untuk siswa SMP sederajat. Dan Rp 137.500 untuk jenjang SMA kecuali SMK. Untuk SMK nilai yang kuta usulkan di 2017 sebesar Rp 243.750 per siswa sebulan," ungkapnya.
Pada APBD tahun 2016, 29 persen dananya dialokasikan untuk pendidikan. Jika dirupiahkan besarannya sekitar Rp 750 miliar. "Sebenarnya ada banyak perubahan, mulai pengadaan komputer untuk Ujian Akhir Nasional online sekarang masuk ke anggaran Dispendik. Sedangkan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk jenjang pendidikan menengah sudah tidak ada lagi dari APBN," jelasnya.
"Dan dari Rp 750 miliar itu, sebesar Rp 124 miliar di antaranya untuk belanja langsung," pungkasnya. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




