TULUNGAGUNG,BANGSAONLINE.com - Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Lapangan SD Negeri 1 Talunkulon, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung, pada Senin, 15 Juni 2026 pagi.
Lapangan sekolah tersebut dipenuhi 133 santri cilik yang mengikuti simulasi manasik haji bersama.
BACA JUGA:
- BPJS Satu dan PIPP Jadi Andalan Peserta JKN saat Jalani Perawatan di Rumah Sakit
- Jasad Wanita Tanpa Identitas Ditemukan Mengenaskan di Pantai Cemoro Sewu Tulungagung
- Misteri ‘Red Painted Skeleton’ Tulungagung Terungkap, Fosilnya Disimpan di Belanda
- Deteksi Dini, BPJS Kesehatan Tulungagung Lakukan Skrining Siswa Sekolah Rakyat di Trenggalek
Kegiatan ini menjadi potret sinergi antarlembaga pendidikan karena melibatkan peserta dari tiga jenjang usia berbeda, mulai PAUD Bina Insani, TK Darmawanita, hingga siswa SD Negeri 1 Talunkulon.
Dengan mengenakan pakaian ihram serba putih, para peserta tampak antusias sekaligus khusyuk mengikuti setiap rangkaian kegiatan.
Mereka dibagi ke dalam tujuh kelompok kloter dan berbaris rapi mengikuti arahan pemandu menuju replika Kakbah.
Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SD Negeri 1 Talunkulon sekaligus pendamping manasik, Zainal Subhan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang selalu dinantikan peserta didik.
"Sesuai dengan program SD Negeri 1 Talunkulon bahwa Praktik Manasik Haji dilaksanakan 2 tahun sekali. Untuk pelaksanaannya, kami sengaja menggelar sebelum datangnya bulan Muharram," ujar Zainal di sela-sela kegiatan, Senin, 15 Juni 2026.
Layaknya jemaah haji di Tanah Suci, para peserta menjalani setiap tahapan ibadah secara terstruktur dan mendekati praktik sebenarnya.
Salah satu rangkaian yang diperagakan adalah simulasi melempar jumrah dengan perlengkapan yang disiapkan menyerupai kondisi nyata.
"Saat simulasi, anak-anak membawa tas kecil atau plastik yang diisi kerikil sebanyak 49 buah," kata Zainal menambahkan.
Menurutnya, metode pembelajaran melalui praktik langsung dan pengenalan visual lebih mudah dipahami serta diingat oleh anak-anak dibandingkan hanya melalui teori di ruang kelas.
"Tujuan kegiatan ini adalah agar anak-anak ingat urutan Rukun Haji sejak dini," tegasnya.
Antusiasme tidak hanya datang dari para peserta, tetapi juga dari ratusan orang tua yang memadati area sekitar lapangan untuk mendampingi putra-putri mereka.
Di bawah terik matahari pagi, para wali murid tampak setia menyaksikan setiap prosesi yang dijalani anak-anak.
Pemandangan anak-anak usia dini, termasuk peserta PAUD yang sesekali dibantu kakak mereka yang sudah duduk di bangku SD saat menjalani thawaf dan sa'i, menghadirkan suasana haru di lokasi kegiatan.
Bahkan, tidak sedikit wali murid yang terlihat berkaca-kaca menyaksikan semangat anak-anak mengikuti setiap tahapan manasik haji.
Mereka berharap simulasi tersebut menjadi langkah awal sekaligus doa agar kelak anak-anak mereka dapat menunaikan ibadah haji yang sesungguhnya di Makkah. (fer/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




