Minta Santri Tak Minder, Kiai Asep pernah Drop Out Sekolah Kelas II SMA, Tapi Jadi Profesor

Minta Santri Tak Minder, Kiai Asep pernah Drop Out Sekolah Kelas II SMA, Tapi Jadi Profesor Prof Dr Asep Saifuddin Chalim, MA, saat menyampaikan sambutan dalam acara Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Amanatul Ummah Jalan Siwalankerto Utara Surabaya, Jumat (12/6/2026). Foto: Mas'ud Adnan/bangsaonline

SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Prof Dr Asep Saifuddin Chalim, MA, sempat drop out atau keluar dari SMAN Sidoarjo karena tak ada yang membiayai akibat ayahandanya, KH Abdul Chalim, wafat.

“Secara logika saya sudah tak ada yang membiayai, tak ada yang bayar SPP, tak ada yang belikan sepatu Karena itu saya keluar, berhenti sekolah,” ujar Kiai Asep Saifuddin Chalim di depan para santri dan wali santri yang mengikuti Pondok Pesantren Amanatul Ummah Jalan Siwalankerto Utara Surabaya, Jumat (12/6/2026).

“Tapi saya bisa jadi professor. Karena punya cita-cita tinggi,” ujar pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur itu.

Padahal, tutur Kiai Asep, saat remaja untuk makan saja susah. Untuk makan, ungkap Kiai Asep, harus mengais-ngais sisa para santri di dapur pondok pesantren.

“Setelah saya keluar dari sekolah, saya mondok karena saat itu pondok tak bayar. Yang penting saya bisa terus belajar, mengaji dan kalau bisa mengajar,” ujarnya.

Kiai Asep juga mengaku sempat menjadi kuli bangunan utuk keperluan uang daftar kuliah.

“Cerita itu ada di buku Kiai Miliarder Tapi Dermawan. Penulisnya Pak Mas’ud Adnan hadir di sini. Tolong dibaca untuk menyemangati anak-anak dan para wali santri,” ujar Kiai Asep.

Dr Muhammad Al Baraa dalam acara Pondok Pesantren Amanatul Ummah Jalan Siwalankerto Utara Surabaya, Jumat (12/6/2026). Foto: Mas'ud Adnan/bangsaonline

Selain buku Kiai Miliarder Tapi Dermawan Kiai Asep juga minta para santri Amanatul Ummah membaca buku Kiblat Dunia Islam dan Peradaban Dunia serta buku Profil KH Abdul Chalim dan Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja).

itu digelar pagi dan siang. Menurut Hakimul Hasan, Kepala Sekolah SMP Unggulan Amanatul Ummah Surabaya, Haflah pagi diikuti 239 siswa yang lulus.

“Rinciannya 36 siswa-siswi MTs Unggulan, 25 siswa-siswi SMP Berbasis Pesantren, 34 siswa-siswi MA Excis, 35 siswa-siswi MTs Excis dan 109 Madrasah Bertaraf Internasional (MBI),” ujarnya.

Sedangkan Haflah siang diikuti 215 siswa-siswi yang lulus. ”Rinciannya 84 siswa-siswi SMP Fullday dan 130 siswa-siswi SMA Fullday,” tambah ustadz Hakimul Hasan.

Acara Haflah yang digelar di halaman SMA dan SMP Unggulan Amanatul Ummah itu dihadiri Dr Muhammad Al Baraa (Gus Bara), Ketua Yayasan Amanatul Ummah yang juga Bupati Mojokerto.

“Mas Bara ini alumni pertama Amanatul Ummah,” ujar Kiai Asep yang langsung disambut tepuk tangan para wali santri.

Kiai Asep menegaskan bahwa Amanatul Ummah adalah sekolah terbaik di Indonesia.

“Indikatornya adalah SNBP,” ujarnya.

Ia menyebut SMAN Bangkalan paling banyak diterima di SNBP. Menurut Kiai Asep, sebanyak 107 murid SMAN Bangkalan diterima PTN lewat SNBP. Terbanyak kedua, tutur Kiai Asep, adalah SMAN di Sumatera. Yaitu 105 murid SMA tersebut diterima SNBP.

Tapi semua itu kalah dengan Amanatul Ummah.

“Sebanyak 275 santri Amanatul Ummah diterima di SNBP,” ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu.

Indikator lain, kata Kiai Asep, adalah UTBK-SNBT. Pada 2026, tutur Kiai Asep, sekolah paling banyak diterima UTBK-SNBT adalah SMAN Puri Mojokerto. Sebanyak 122 muridnya SAMN Puri lolos SNBT.

“SMAN Puri itu dua bulan sebelumnya mendapat bimbingan dari Amanatul Ummah,” ujar Kiai Asep.

Tapi masih kalah dengan sekolah Amanatul Ummah. “Sebanyak 382 santri Amanatul Ummah diterima di PTN lewat UTBK-SNBT. Itu belum santri yang diterima di luar negeri, seperti di Eropa, Amerika, Jerman, Rusia, Tunisia, Maroko, Mesir. Kalau Mesir 100 persen pasti diterima,” katanya.

Kiai Asep juga berpesan kepada para santri yang lulus agar terus melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Ia minta para santri dan wali santri percaya diri, tidak minder.

“Amanatul Ummah telah mengalahkan sekolah Katolik, Kristen, dan Muhammadiyah,” tegas Kiai Asep.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Sedekah dan Zakat Rp 8 M, Kiai Asep Tak Punya Uang, Jika Tak Gemar Bersedekah':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO