Prof Dr Asep Saifuddin Chalim, MA, saat menyampaikan sambutan dalam acara Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Amanatul Ummah Jalan Siwalankerto Utara Surabaya, Jumat (12/6/2026). Foto: Mas'ud Adnan/bangsaonline
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Prof Dr Asep Saifuddin Chalim, MA, sempat drop out atau keluar dari SMAN Sidoarjo karena tak ada yang membiayai akibat ayahandanya, KH Abdul Chalim, wafat.
“Secara logika saya sudah tak ada yang membiayai, tak ada yang bayar SPP, tak ada yang belikan sepatu Karena itu saya keluar, berhenti sekolah,” ujar Kiai Asep Saifuddin Chalim di depan para santri dan wali santri yang mengikuti Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Amanatul Ummah Jalan Siwalankerto Utara Surabaya, Jumat (12/6/2026).
BACA JUGA:
- Mendes PDT Yandri: Amanatul Ummah Is The Best, The Best, The Best
- Luar Biasa! Santri MBI Amanatul Ummah Diterima di 17 Kampus Top Dunia di Berbagai Negara
- Spektakuler! PP Amanatul Ummah Wisuda 565 Penghafal Quran, 128 Santri Hafal 30 Juz
- Apresiasi Kerja Keras Menhaj, Kiai Asep Minta Jemaah Tak Paksakan Diri Ibadah di Masjid Haram-Nabawi
“Tapi saya bisa jadi professor. Karena punya cita-cita tinggi,” ujar pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur itu.
Padahal, tutur Kiai Asep, saat remaja untuk makan saja susah. Untuk makan, ungkap Kiai Asep, harus mengais-ngais sisa para santri di dapur pondok pesantren.
“Setelah saya keluar dari sekolah, saya mondok karena saat itu pondok tak bayar. Yang penting saya bisa terus belajar, mengaji dan kalau bisa mengajar,” ujarnya.
Kiai Asep juga mengaku sempat menjadi kuli bangunan utuk keperluan uang daftar kuliah.
“Cerita itu ada di buku Kiai Miliarder Tapi Dermawan. Penulisnya Pak Mas’ud Adnan hadir di sini. Tolong dibaca untuk menyemangati anak-anak dan para wali santri,” ujar Kiai Asep.

Dr Muhammad Al Baraa dalam acara Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Amanatul Ummah Jalan Siwalankerto Utara Surabaya, Jumat (12/6/2026). Foto: Mas'ud Adnan/bangsaonline
Selain buku Kiai Miliarder Tapi Dermawan Kiai Asep juga minta para santri Amanatul Ummah membaca buku Kiblat Dunia Islam dan Peradaban Dunia serta buku Profil KH Abdul Chalim dan Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja).
Haflah Akhirussanah itu digelar pagi dan siang. Menurut Hakimul Hasan, Kepala Sekolah SMP Unggulan Amanatul Ummah Surabaya, Haflah pagi diikuti 239 siswa yang lulus.
“Rinciannya 36 siswa-siswi MTs Unggulan, 25 siswa-siswi SMP Berbasis Pesantren, 34 siswa-siswi MA Excis, 35 siswa-siswi MTs Excis dan 109 Madrasah Bertaraf Internasional (MBI),” ujarnya.
Sedangkan Haflah siang diikuti 215 siswa-siswi yang lulus. ”Rinciannya 84 siswa-siswi SMP Fullday dan 130 siswa-siswi SMA Fullday,” tambah ustadz Hakimul Hasan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




