Prof Dr Asep Saifuddin Chalim, MA, saat menyampaikan sambutan dalam acara Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Amanatul Ummah Jalan Siwalankerto Utara Surabaya, Jumat (12/6/2026). Foto: Mas'ud Adnan/bangsaonline
Acara Haflah yang digelar di halaman SMA dan SMP Unggulan Amanatul Ummah itu dihadiri Dr Muhammad Al Baraa (Gus Bara), Ketua Yayasan Amanatul Ummah yang juga Bupati Mojokerto.
“Mas Bara ini alumni pertama Amanatul Ummah,” ujar Kiai Asep yang langsung disambut tepuk tangan para wali santri.
Kiai Asep menegaskan bahwa Amanatul Ummah adalah sekolah terbaik di Indonesia.
“Indikatornya adalah SNBP,” ujarnya.
Ia menyebut SMAN Bangkalan paling banyak diterima di SNBP. Menurut Kiai Asep, sebanyak 107 murid SMAN Bangkalan diterima PTN lewat SNBP. Terbanyak kedua, tutur Kiai Asep, adalah SMAN di Sumatera. Yaitu 105 murid SMA tersebut diterima SNBP.
Tapi semua itu kalah dengan Amanatul Ummah.
“Sebanyak 275 santri Amanatul Ummah diterima di SNBP,” ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu.
Indikator lain, kata Kiai Asep, adalah UTBK-SNBT. Pada 2026, tutur Kiai Asep, sekolah paling banyak diterima UTBK-SNBT adalah SMAN Puri Mojokerto. Sebanyak 122 muridnya SAMN Puri lolos SNBT.
“SMAN Puri itu dua bulan sebelumnya mendapat bimbingan dari Amanatul Ummah,” ujar Kiai Asep.
Tapi masih kalah dengan sekolah Amanatul Ummah. “Sebanyak 382 santri Amanatul Ummah diterima di PTN lewat UTBK-SNBT. Itu belum santri yang diterima di luar negeri, seperti di Eropa, Amerika, Jerman, Rusia, Tunisia, Maroko, Mesir. Kalau Mesir 100 persen pasti diterima,” katanya.
Kiai Asep juga berpesan kepada para santri yang lulus agar terus melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Ia minta para santri dan wali santri percaya diri, tidak minder.
“Amanatul Ummah telah mengalahkan sekolah Katolik, Kristen, dan Muhammadiyah,” tegas Kiai Asep.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




