Menteri Desa-PDT Yandri Susanto saat menyampaikan sambutan dalam acara Haflah Akhirussanah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Program CI-Excelent Pondok Pesantren Amaantul Ummah di Student Centre Pacet Mojokerto, Ahad (14/6/2026). Foto: MMA/bangsaonline.
Juga hadir Dr Muhammad Al Barra, Ketua Yayasan Amanatul Ummah yang juga Bupati Mojokerto.
Hadir juga Dr Afif Zamroni (Gus Afif), Kepala Madrasah MTs Unggulan Amanatul Ummah yang juga Staf Khusus Kemendes PDT bersama istrinya, Ning Iroh, dan Gus Fadli, Koordinator MTs Unggulan Amanatul Ummah Program CI-Excelent bersama istrinya Ning Zahroh.
Kiai Asep juga menegaskan bahwa Amanatul Ummah adalah lembaga pendidikan terbaik di Indonesia.
“Salah satu indikatornya adalah SNBP,” ujarnya.
Ia menyebut SMAN Bangkalan paling banyak diterima di SNBP. Menurut Kiai Asep, sebanyak 107 murid SMAN Bangkalan diterima PTN lewat SNBP. Terbanyak kedua, tutur Kiai Asep, adalah SMAN di Sumatera. Yaitu 105 murid SMA tersebut diterima SNBP.
Tapi semua itu dipatahkan Amanatul Ummah.
“275 santri Amanatul Ummah diterima di SNBP,” ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu.
Indikator lain, kata Kiai Asep, adalah UTBK-SNBT. Pada 2026, tutur Kiai Asep, sekolah paling banyak diterima UTBK-SNBT adalah SMAN Puri Mojokerto. Sebanyak 122 muridnya SAMN Puri lolos SNBT.
“SMAN Puri itu dua bulan sebelumnya mendapat bimbingan dari Amanatul Ummah,” ujar Kiai Asep.
Tapi masih kalah dengan sekolah Amanatul Ummah. “Sebanyak 382 santri Amanatul Ummah diterima di PTN lewat UTBK-SNBT. Itu belum santri yang diterima di luar negeri, seperti di Eropa, Amerika, Jerman, Rusia, Tunisia, Maroko, Mesir. Kalau Mesir 100 persen pasti diterima,” katanya.
Kiai Asep juga berpesan kepada para santri yang lulus agar terus melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Ia minta para santri dan wali santri percaya diri, tidak minder.
“Saya ini dulu minus (miskin). Tapi bisa. Asal punya cita-cita tinggi,” ujar kiai miliarder tapi dermawan itu.
Sementara Gus Bara menekankan pentingnya ilmu. Ia mengingatkan tentang pernyataan Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Menurut Sayyidina Ali, ilmu lebih utama daripada harta.
“Karena ilmu akan menjagamu, sedangkan harta justru kamu yang menjaganya,” ujarnya.
Karena itu, para santri harus terus belajar. “اطلبوا العلم من المهد إلى اللحد. Tuntutlah ilmu sejak dari gendongan ibumu sampai ke liang lahat,” ujar alumnus Universitas Al Azhar Mesir itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




