Menteri Desa-PDT Yandri Susanto saat menyampaikan sambutan dalam acara Haflah Akhirussanah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Program CI-Excelent Pondok Pesantren Amaantul Ummah di Student Centre Pacet Mojokerto, Ahad (14/6/2026). Foto: MMA/bangsaonline.
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menilai bahwa Pondok Pesantren Amanatul Ummah adalah lembaga pendidikan terbaik dan telah memberikan kontribusi besar terhadap bangsa Indonesia.
“Amanatul Ummah is the best, the best, the best,” ujar Mendes PDT Mendes Yandri Susanto saat menyampaikan sambutan mewakili para wali santri dalam acara Haflah Akhirussanah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Program CI-Excelent Pondok Pesantren Amaantul Ummah di Student Centre Pacet Mojokerto, Ahad (14/6/2026).
BACA JUGA:
- Luar Biasa! Santri MBI Amanatul Ummah Diterima di 17 Kampus Top Dunia di Berbagai Negara
- Spektakuler! PP Amanatul Ummah Wisuda 565 Penghafal Quran, 128 Santri Hafal 30 Juz
- Apresiasi Kerja Keras Menhaj, Kiai Asep Minta Jemaah Tak Paksakan Diri Ibadah di Masjid Haram-Nabawi
- Ingin Doa Kita Terkabul dan Banyak Rezeki? Berdoalah pada Jumat, Ini Teks Doanya
Yandri mengakui memang ada kasus-kasus negatif yang dilakukan oknum-oknum pesantren belakangan ini. Tapi jumlahnya kecil. Menurut Yandri, justru ribuan pesantren telah memproduksi kader-kader bangsa yang sangat hebat dan berintegritas.
Menurut Yandri, kontribusi pesantren sangat besar terhadap bangsa Indonesia. Pesantren, tegas Yandri, banyak melahirkan pahlawan nasional.
“Salah satu contoh ayah kandung Pak Kiai Asep yaitu KH Abdul Chalim,” ujar Yandri di depan para wali santri yang datang dari berbagai kota, kabupaten dan provinsi di Indonesia.
Selain Kiai Abdul Chalim, tegas Yandri, masih banyak lagi pahlawan nasional dari ulama pesantren dan pendidikan Islam. Yandri menyebut KH Hasyim Asy’ari (pendiri NU) dan Kiai Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah).

Para wisudawan santri Madrasah Tsanawiyah (MTs) Program CI-Excelent Pondok Pesantren Amaantul Ummah di Student Centre Pacet Mojokerto, Ahad (14/6/2026). Tampak Menteri Desa-PDT Yandri Susanto dan Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim. Foto: MMA/bangsaonline.
Yandri menegaskan bahwa keputusan para wali murid atau wali santri yang mempercayakan putra-putrinya ke pesantren sangat tepat dan benar.
“Apalagi pondok pesantren Amanatul Ummah,” ujarnya.
Wakil Ketua Umum DPP PAN itu yakin bahwa para santri – terutama santri Amanatul Ummah – ke depan akan menjadi orang sukses dan pemimpin Indonesia. Misalnya jadi pengusaha sukses, menteri, gubernur, bahkan juga presiden dan wakil presiden.
“Kiai Makruf Amin dari pesantren menjadi wakil presiden,” ujarnya.
Karena itu Yandri minta putranya sendiri Ahmed Faqih Kautsar yang baru lulus dari MTs Unggulan Amanatul Ummah melanjutkan ke Madrasah Aliyah di Amanatul Ummah.
“Saya minta anak saya melanjutkan di Aliyah Amanatul Ummah,” ujar Yandri Susanto yang langsung disambut tepuk tangan meriah.
Yandri hadir bersama istrinya, Hj. Ratu Rachmatuzakiyah, S.Pd., M.M yang sekarang Bupati Serang Banten. Yandri juga didampingi para pengurus PAN Jatim. Yaitu Dr Achmad Rubaie dan Muhammad Fachruddin.
Kedatangan Mendes Yandri Susanto disambut langsung Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah. Kiai Asep juga didampingi istrinya Nyai Hj Alif Fadhilah.
Juga hadir Dr Muhammad Al Barra, Ketua Yayasan Amanatul Ummah yang juga Bupati Mojokerto.
Hadir juga Dr Afif Zamroni (Gus Afif), Kepala Madrasah MTs Unggulan Amanatul Ummah yang juga Staf Khusus Kemendes PDT bersama istrinya, Ning Iroh, dan Gus Fadli, Koordinator MTs Unggulan Amanatul Ummah Program CI-Excelent bersama istrinya Ning Zahroh.
Kiai Asep juga menegaskan bahwa Amanatul Ummah adalah lembaga pendidikan terbaik di Indonesia.
“Salah satu indikatornya adalah SNBP,” ujarnya.
Ia menyebut SMAN Bangkalan paling banyak diterima di SNBP. Menurut Kiai Asep, sebanyak 107 murid SMAN Bangkalan diterima PTN lewat SNBP. Terbanyak kedua, tutur Kiai Asep, adalah SMAN di Sumatera. Yaitu 105 murid SMA tersebut diterima SNBP.
Tapi semua itu dipatahkan Amanatul Ummah.
“275 santri Amanatul Ummah diterima di SNBP,” ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu.
Indikator lain, kata Kiai Asep, adalah UTBK-SNBT. Pada 2026, tutur Kiai Asep, sekolah paling banyak diterima UTBK-SNBT adalah SMAN Puri Mojokerto. Sebanyak 122 muridnya SAMN Puri lolos SNBT.
“SMAN Puri itu dua bulan sebelumnya mendapat bimbingan dari Amanatul Ummah,” ujar Kiai Asep.
Tapi masih kalah dengan sekolah Amanatul Ummah. “Sebanyak 382 santri Amanatul Ummah diterima di PTN lewat UTBK-SNBT. Itu belum santri yang diterima di luar negeri, seperti di Eropa, Amerika, Jerman, Rusia, Tunisia, Maroko, Mesir. Kalau Mesir 100 persen pasti diterima,” katanya.
Kiai Asep juga berpesan kepada para santri yang lulus agar terus melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Ia minta para santri dan wali santri percaya diri, tidak minder.
“Saya ini dulu minus (miskin). Tapi bisa. Asal punya cita-cita tinggi,” ujar kiai miliarder tapi dermawan itu.
Sementara Gus Bara menekankan pentingnya ilmu. Ia mengingatkan tentang pernyataan Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Menurut Sayyidina Ali, ilmu lebih utama daripada harta.
“Karena ilmu akan menjagamu, sedangkan harta justru kamu yang menjaganya,” ujarnya.
Karena itu, para santri harus terus belajar. “اطلبوا العلم من المهد إلى اللحد. Tuntutlah ilmu sejak dari gendongan ibumu sampai ke liang lahat,” ujar alumnus Universitas Al Azhar Mesir itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




