Ingin Doa Kita Terkabul dan Banyak Rezeki? Berdoalah pada Jumat, Ini Teks Doanya

Ingin Doa Kita Terkabul dan Banyak Rezeki? Berdoalah pada Jumat, Ini Teks Doanya Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim membagikan uang di stasiun kereta api Pasar Turi Surabaya. Foto: bangsaonline

SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dalam Islam dipersilakan berdoa kapan saja dan di mana saja. Asal di tempat bagus, suci dan tidak kotor. Juga bukan waktu tertentu yang secara khusus dilarang oleh Islam.

Karena itu ada ulama yang memperbolehkan berdoa di toilet atau wc dengan tidak dilafalkan, cukup dalam hati, tapi hukumnya makruh.

Para Jumhur Ulama terutama madzhab Syafi'i, Hanbali, Maliki, dan Hanafi, melarang melafalkan doa atau berdzikir secara lisan di tempat kotor atau najis. Alasannya untuk mengagungkan nama Allah dan menjauhkannya dari tempat kotor dan jin. Sekedar informasi, jin menyukai tempat kotor seperti kamar mandi dan lainnya.

Ulama – tentu bersandar para dalil Hadits atau Al Quran – juga menghukumi makruh dan bahkan melarang kita berdoa saat mendengarkan berkhutbah, baik khutbah shalat Jumat maupun shalat Idul Fitri dan Idul Adha. Apalagi jika dengan suara yang berisik dan keras.

Sebaliknya, para ulama justru menganjurkan kita berdoa pada hari Jumat. Bahkan Jumat disebut sebagai sayyidul ayyam (rajanya hari).

Banyak sekali Hadits yang menganjurkan kita berdoa pada hari Jumat. Baik pada malam Jumat maupun hari jumat.

Dalam Hadits yang diriwiyatkan oleh Imam Bukhari Nabi Muhammad bersabda: "Di hari Jumat terdapat satu waktu, apabila seorang hamba muslim memohon kepada Allah pada waktu tersebut, pasti Allah akan mengabulkannya." (HR. Al-Bukhari)

“Karena itu setelah shalat Subuh jangan tidur sampai terbit matahari. Karena pada saat Allah SWT membagi-bagikan rezeki,” ujar Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim kepada BANGSAONLINE, Jumat (5/6/2926).

Abu Hurairah juga meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat satu waktu. Tidaklah seorang hamba muslim yang berdiri melaksanakan shalat lantas memanjatkan doa kepada Allah bertepatan dengan waktu tersebut, melainkan Allah akan mengabulkan permintaannya." (HR. Bukhari dan Muslim).

Termasuk juga setelah shalat Ashar. Salah satunya Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud:

يَوْمُ الْجُمُعَةِ ثِنْتَا عَشْرَةَ يُرِيدُ سَاعَةً لَا يُوجَدُ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ شَيْئًا إِلَّا أَتَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ

Artinya: “Pada hari Jum’at terdapat dua belas jam (pada siang hari), di antara waktu itu ada waktu yang tidak ada seorang hamba muslim pun memohon sesuatu kepada Allah melainkan Dia akan mengabulkan permintaannya. Oleh karena itu, carilah ia di akhir waktu setelah ‘Ashar”.

Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, yang dikenal sebagai ulama kaya raya tapi sangat dermawan menganjurkan agar kita setiap usai shalat Subuh dan shalat Ashar tidak lupa meluangkan waktu untuk berdoa.

“Karena pada Ashar itu Allah SWT mudah sekali mengabulkan doa-doa kita, termasuk soal rezeki,” ujar Kiai Asep.

Kiai Asep bahkan memberikan ijazah kepada pembaca BANGSAONLINE agar selalu istiqamah atau rutin membaca:

حَسْبُنَا ٱللَّهُ سَيُؤْتِينَا ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ وَرَسُولُهُۥٓ إِنَّآ إِلَى ٱللَّهِ رَٰغِبُونَ

Wirid atau amalan ini berasal dari Surat At-Taubah ayat 59.

“Baca 10 kali setelah shalat Subuh,” sara Kiai Asep Saifuddin Chalim. Kiai Asep juga menganjurkan baca ayat tersebut setelah shalat Ashar.

Menurut Kiai Asep, jika kita rutin atau istiqamah berdzikir dengan ayat ini berarti kita bertawakkal atau berpasrah diri kepada Allah SWT dengan harapan dikarunia kecukupan, termasuk kecukupan rezeki.

“Insyaallah rezeki kita lancar,” ujar putra pahlawan nasional KH Abdul Chalim asal Leuwimunding Majalengka Jawa Barat itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Sedekah dan Zakat Rp 8 M, Kiai Asep Tak Punya Uang, Jika Tak Gemar Bersedekah':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO