KOTA MALANG,BANGSAONLINE.com - MAN 2 Kota Malang mencatatkan 1.139 prestasi tingkat nasional dan internasional sepanjang 2025 serta terpilih sebagai bagian dari Program SMA-MA Ungul Garuda Transformasi 2026.
Capaian tersebut menjadi bukti keberhasilan transformasi yang dijalankan madrasah selama puluhan tahun. Dari lembaga yang semula berfokus mencetak guru agama, MAN 2 Kota Malang berkembang menjadi salah satu madrasah unggulan nasional dengan penguatan pada bidang sains, teknologi, riset, dan karakter.
BACA JUGA:
- HUT ke-112, DPRD Kota Malang Tegaskan Penguatan Pengawasan dan Sinergi
- Perumda Tugu Tirta Kota Malang Pastikan Layanan Air Minum Tetap Prima Selama Nyepi dan Idulfitri
- Kota Malang Raih Sertifikat Menuju Kota Bersih, Peringkat 7 Nasional
- PDI Perjuangan Kota Malang Perkenalkan Pengurus Baru Periode 2025–2030
Kepala MAN 2 Kota Malang, Samsudin, menjelaskan lembaga tersebut berawal dari Pendidikan Guru Agama (PGA) Putra enam tahun yang berdiri pada 1956. Saat itu, lembaga tersebut dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik agama di masyarakat.
Transformasi signifikan terjadi pada 1992 ketika lembaga tersebut berubah menjadi MAN 3 Malang dengan penguatan kurikulum sains dan teknologi. Selanjutnya, pada 2018, nama lembaga resmi berganti menjadi MAN 2 Kota Malang.
“Perubahan nama itu bukan sekadar administrasi, tetapi mencerminkan proses penguatan kompetensi guru, pengembangan sistem pendidikan, dan peningkatan prestasi siswa yang terus dilakukan secara berkelanjutan. Alhamdulillah, saat ini kami berada pada jalur yang tepat untuk menjaga dan meningkatkan mutu madrasah,” kata Samsudin, Kamis (4/6/2026).
Meski terus berbenah dan memperkuat kualitas akademik, MAN 2 Kota Malang tetap mempertahankan karakter sebagai lembaga pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman. Budaya religius tetap menjadi fondasi dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan madrasah.
Setiap pagi, guru menyambut siswa di gerbang dengan salam dan doa. Kegiatan belajar juga diawali dengan pembinaan keagamaan, tadarus Al-Qur'an, zikir, dan doa bersama. Selain itu, salat Zuhur dan Asar berjamaah menjadi tradisi yang terus dipertahankan.
“Anak-anak harus tumbuh menjadi pribadi yang unggul secara akademik sekaligus memiliki karakter dan kepribadian Islami yang kuat. Itu yang selalu kami jaga,” ujarnya.

Menurut Samsudin, percepatan kemajuan madrasah turut ditopang oleh budaya kerja yang dirangkum dalam tagline JUARA PRIMA, yakni Jujur, Kerja Keras, Berprestasi, dan Bermartabat. Nilai tersebut diterapkan dalam seluruh aspek pengelolaan pendidikan dan menjadi landasan berbagai inovasi yang dikembangkan.
Sejumlah program unggulan lahir dari budaya kerja tersebut, salah satunya IMA Insan Pro (Insan Islami, Mandiri, dan Berprestasi) yang mengintegrasikan pendidikan keagamaan dengan penguatan sains serta persiapan studi lanjut.
Selain itu, terdapat program Mandi Madu (Madrasah Indonesia Menjelajah Dunia) yang membuka peluang kolaborasi dan jejaring internasional bagi para siswa.
Pada aspek tata kelola, madrasah juga mengembangkan Edupanda, sistem layanan dan pengelolaan data berbasis digital yang mendukung pelayanan pendidikan secara lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
“Budaya kerja harus menjadi ruh yang hidup di seluruh unsur madrasah. Ketika budaya itu tumbuh, prestasi akan mengikuti,” jelasnya.
Sejalan dengan kebijakan Kementerian Agama, MAN 2 Kota Malang juga menerapkan Kurikulum Cinta dan konsep ekoteologi yang menekankan nilai kemanusiaan, kepedulian lingkungan, serta pendidikan karakter dalam proses pembelajaran.
Penguatan tersebut semakin diperkuat melalui status sebagai Madrasah Ramah Anak yang menempatkan aspek tumbuh kembang peserta didik sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan pendidikan.
Tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, madrasah juga mendorong lahirnya berbagai riset siswa yang berfokus pada penyelesaian persoalan lingkungan dan masyarakat.
“Pengembangan siswa tidak hanya soal akademik, tetapi juga sikap, karakter, dan kepedulian terhadap lingkungan. Karena itu kami mendorong riset-riset siswa agar tidak hanya fokus pada sains, tetapi juga memberi kontribusi bagi keberlanjutan lingkungan dan kemaslahatan masyarakat,” katanya.
Konsistensi dalam membangun budaya mutu tersebut membuahkan hasil. Selain meraih lebih dari seribu prestasi dalam setahun, MAN 2 Kota Malang juga dipercaya menjadi bagian dari Program SMA-MA Unggul Garuda Transformasi 2026 yang dirancang untuk menyiapkan sekolah dan madrasah unggulan berstandar global.
Samsudin menegaskan keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, bukan semata-mata kerja individu. Karena itu, setiap awal tahun pelajaran, madrasah menyusun Pedoman Manajemen secara partisipatif dengan melibatkan guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan siswa.
“Semua target, program, dan indikator keberhasilan disusun bersama. Ketika perencanaan dibuat secara kolektif, maka rasa memiliki dan komitmen untuk menjalankannya juga akan lebih kuat,” ujarnya.
Ia berharap pengalaman transformasi MAN 2 Kota Malang dapat menjadi rujukan bagi madrasah lain di Indonesia yang ingin meningkatkan mutu layanan pendidikan.
Menurutnya, kunci membangun madrasah unggul terletak pada penguatan sumber daya manusia, perencanaan yang terukur, pelaksanaan yang konsisten, serta evaluasi yang berkelanjutan.
“Jangan takut memulai. Bangun budaya mutu, susun target yang jelas, dan jalankan dengan sungguh-sungguh. Ketika seluruh elemen bergerak bersama, madrasah akan berkembang dan menjadi pilihan utama masyarakat,” pungkasnya. (dad/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




