Raih 1.139 Prestasi Dalam Setahun, MAN 2 Kota Malang Masuk Program Garuda Transformasi 2026

Raih 1.139 Prestasi Dalam Setahun, MAN 2 Kota Malang Masuk Program Garuda Transformasi 2026

Pada aspek tata kelola, madrasah juga mengembangkan Edupanda, sistem layanan dan pengelolaan data berbasis digital yang mendukung pelayanan pendidikan secara lebih efektif, transparan, dan akuntabel.

“Budaya kerja harus menjadi ruh yang hidup di seluruh unsur madrasah. Ketika budaya itu tumbuh, prestasi akan mengikuti,” jelasnya.

Sejalan dengan kebijakan Kementerian Agama, juga menerapkan Kurikulum Cinta dan konsep ekoteologi yang menekankan nilai kemanusiaan, kepedulian lingkungan, serta pendidikan karakter dalam proses pembelajaran.

Penguatan tersebut semakin diperkuat melalui status sebagai Madrasah Ramah Anak yang menempatkan aspek tumbuh kembang peserta didik sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan pendidikan.

Tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, madrasah juga mendorong lahirnya berbagai riset siswa yang berfokus pada penyelesaian persoalan lingkungan dan masyarakat.

“Pengembangan siswa tidak hanya soal akademik, tetapi juga sikap, karakter, dan kepedulian terhadap lingkungan. Karena itu kami mendorong riset-riset siswa agar tidak hanya fokus pada sains, tetapi juga memberi kontribusi bagi keberlanjutan lingkungan dan kemaslahatan masyarakat,” katanya.

Konsistensi dalam membangun budaya mutu tersebut membuahkan hasil. Selain meraih lebih dari seribu prestasi dalam setahun, juga dipercaya menjadi bagian dari Program SMA-MA Unggul Garuda Transformasi 2026 yang dirancang untuk menyiapkan sekolah dan madrasah unggulan berstandar global.

Samsudin menegaskan keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, bukan semata-mata kerja individu. Karena itu, setiap awal tahun pelajaran, madrasah menyusun Pedoman Manajemen secara partisipatif dengan melibatkan guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan siswa.

“Semua target, program, dan indikator keberhasilan disusun bersama. Ketika perencanaan dibuat secara kolektif, maka rasa memiliki dan komitmen untuk menjalankannya juga akan lebih kuat,” ujarnya.

Ia berharap pengalaman transformasi dapat menjadi rujukan bagi madrasah lain di Indonesia yang ingin meningkatkan mutu layanan pendidikan.

Menurutnya, kunci membangun madrasah unggul terletak pada penguatan sumber daya manusia, perencanaan yang terukur, pelaksanaan yang konsisten, serta evaluasi yang berkelanjutan.

“Jangan takut memulai. Bangun budaya mutu, susun target yang jelas, dan jalankan dengan sungguh-sungguh. Ketika seluruh elemen bergerak bersama, madrasah akan berkembang dan menjadi pilihan utama masyarakat,” pungkasnya. (dad/van)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO