Foto: MCH 2026
Ichsan menjelaskan, Kementerian Haji dan Umrah telah menempatkan Petugas Satgas Mina di sejumlah titik pantau dan jalur pergerakan jemaah. Secara keseluruhan, sebanyak 1.356 Petugas Satgas Mina disiagakan untuk mendukung layanan, pengawasan, pengaturan arus jemaah, serta respons cepat terhadap kebutuhan jemaah di lapangan.
Pos pantau Satgas Mina ditempatkan di sejumlah titik strategis, antara lain Jalan 616, Jalan 533, depan Mina Al-Wadi Hospital, Jalan 627, bawah Jalan Abdullah bin Abdul Aziz, gerbang terowongan Muaisim Turki, depan Syarikah, serta sejumlah pos pengarah pergerakan jemaah menuju Jamarat dan pos pemantauan arus kepulangan jemaah setelah melaksanakan lontar jumrah.
“Pos-pos tersebut bertugas mengarahkan jemaah haji Indonesia menuju Jamarat, membantu pengaturan arus saat pelaksanaan lontar jumrah, mengantisipasi kepadatan, serta memastikan jemaah yang kembali dari Jamarat tetap berada pada jalur yang aman dan tidak mengambil jalan pintas yang berisiko,” jelas Ichsan.
Mulai Sabtu pagi waktu Arab Saudi, jemaah yang melaksanakan Nafar Tsani mulai diberangkatkan dari Mina menuju Makkah untuk kembali ke hotel masing-masing. Kemenhaj mengingatkan bahwa lalu lintas menuju hotel diperkirakan masih padat dan kemungkinan terdapat pengalihan jalur transportasi.
“Kami mengimbau jemaah tetap sabar dan tenang selama perjalanan menuju hotel. Kami mengupayakan jemaah dapat diturunkan di depan hotel. Namun, apabila tidak memungkinkan karena adanya penutupan jalan, bus akan menurunkan jemaah di lokasi terdekat dengan hotel. Kami mohon pengertian dan dukungan jemaah,” ujar Ichsan.
Kemenhaj juga mengingatkan jemaah untuk terus menjaga kesehatan. Kondisi cuaca di Mina pada siang hari masih cukup panas. Karena itu, jemaah diminta memperbanyak minum air putih, mengonsumsi makanan secara teratur, menggunakan payung atau pelindung kepala saat berada di luar tenda, serta membatasi aktivitas fisik yang tidak perlu.
Bagi jemaah lansia, jemaah disabilitas, jemaah perempuan, serta jemaah dengan risiko kesehatan tinggi, Kemenhaj meminta keluarga kloter, ketua rombongan, ketua regu, dan sesama jemaah untuk memberikan perhatian lebih.
“Kami kembali mengajak seluruh jemaah haji Indonesia untuk menjaga kekompakan, saling membantu, saling mengingatkan, dan saling menjaga. Semangat gotong royong dan ukhuwah menjadi bagian penting dalam mewujudkan ibadah haji yang aman, tertib, nyaman, dan penuh keberkahan,” tutup Ichsan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




