Gubernur Khofifah saat meninjau stok hewan kurban di Koperasi Ternak Gunungrejo Makmur, Desa Gunungrejo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Minggu (24/5/2026).
Sementara itu, harga kambing dan domba cenderung mulai stabil dibandingkan kondisi pada akhir tahun 2025 hingga awal tahun 2026. Adapun hewan kurban kambing dan domba yang paling diminati masyarakat berada pada kisaran harga Rp3 juta hingga Rp5 juta per ekor.
Menurut Khofifah, momentum Iduladha tahun ini memberikan dampak positif terhadap perekonomian peternak dan mampu meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat sektor peternakan.
"Momen kurban Iduladha tahun 2026 cukup membantu perekonomian peternak dan mampu meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan bagi peternak," kata Khofifah.
Untuk menjamin keamanan dan kesehatan hewan kurban, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyiapkan ribuan petugas pemeriksa hewan kurban yang akan bertugas melakukan pemeriksaan ante mortem maupun post mortem di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.
Total petugas yang disiagakan terdiri dari 950 dokter hewan (medik veteriner), 1.500 paramedik veteriner, 145 pengawas bibit ternak, 75 pengawas mutu pakan, serta 1.997 Juru Sembelih Halal (Juleha) bersertifikat.
Khofifah menegaskan, seluruh ternak kurban yang beredar juga telah mendapatkan pengawasan kesehatan melalui vaksinasi, penerapan biosecurity, serta pengobatan ternak secara berkala di seluruh wilayah Jawa Timur.
"Ternak-ternak tersebut juga sudah terjamin kesehatannya karena telah dilakukan vaksinasi, biosecurity dan pengobatan ternak di seluruh wilayah Jawa Timur," jelasnya.
Sementara itu, Pengelola Koperasi Ternak Gunungrejo Makmur, Suparto, menjelaskan bahwa usaha peternakan yang dirintis sejak tahun 2008 tersebut awalnya hanya memiliki sekitar 20 ekor sapi melalui bantuan program Sarjana Membangun Desa dari Kementerian Pertanian.
Seiring waktu, usaha peternakan berkembang tidak hanya pada sektor sapi potong tetapi juga ayam petelur, dengan dukungan pembinaan dari pemerintah dan koperasi.
"Jadi kami melakukan pembinaan petani peternak di sini bersama Koperasi Gunungrejo Makmur bisa mengembangkan peluang usaha sampai sekarang," ungkapnya.
Suparto juga menyampaikan bahwa program vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) gratis serta program inseminasi buatan (IB) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur turut membantu peningkatan kualitas dan ketersediaan ternak.
Untuk menyambut Iduladha 2026, koperasi tersebut menyiapkan sekitar 300 ekor sapi kurban jenis peranakan ongole, limosin, simental, dan lokal. Saat ini sekitar 80 persen di antaranya telah terjual ke berbagai daerah seperti Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo.
"Tahun 2026 menyambut Iduladha disiapkan kurang lebih 300 ekor dan alhamdulillah sudah terjual 80 persen atau sekitar 260 ekor di Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan Gubernur Jawa Timur juga memborong 8 ekor sapi," pungkasnya. (dev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




