Penyaluran 8.000 Ton Beras Dimulai, Bupati Jember Minta Warga Ikut Awasi Bantuan

Penyaluran 8.000 Ton Beras Dimulai, Bupati Jember Minta Warga Ikut Awasi Bantuan Bupati Jember saat memberi sambutan ketika distribusi bantuan beras di kawasan Mangli.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Pemkab Jember bersama Perum setempat resmi memulai penyaluran bantuan pangan dalam skala besar kepada ratusan ribu keluarga penerima manfaat (KPM).

Distribusi bantuan itu ditandai dengan pelepasan belasan truk pengangkut ribuan ton beras dari Kantor Cabang Jember di kawasan Mangli, Jumat (10/4/2026). Usai seremoni pemberangkatan armada distribusi, penyaluran bantuan dilanjutkan ke sejumlah wilayah perkotaan.

Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, turun langsung ke Kelurahan Kaliwates untuk menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga penerima.

Dalam agenda tersebut, ia didampingi Kepala Cabang Jember, M. Ade Saputra. Penyaluran bantuan tidak hanya dilakukan di titik pembagian, tetapi juga diantar langsung ke rumah warga yang tidak dapat hadir karena faktor usia maupun kondisi kesehatan.

Kepala Cabang Jember, M. Ade Saputra, mengatakan penyaluran bantuan pangan kali ini merupakan hasil koordinasi intensif antara dan Pemkab Jember agar distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran.

Menurut Ade, berdasarkan data terbaru, jumlah penerima bantuan pangan di Kabupaten Jember mencapai 390.744 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Data penerima bantuan di Jember saat ini mencapai 390.744 KPM. Jumlah itu menjadi yang terendah di Jawa Timur,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk alokasi bantuan periode Februari-Maret, menyiapkan komoditas berupa 8.000 ton beras serta 1,8 juta liter minyak goreng yang pendistribusiannya dilakukan secara bertahap.

Pada tahap awal, distribusi diprioritaskan di tiga kecamatan utama, yakni Kaliwates, Patrang, dan Sumbersari. Untuk memastikan bantuan tersalurkan dengan baik, proses distribusi juga didukung sistem aplikasi digital serta pengawasan petugas di setiap kelurahan.

Sementara itu, Gus Fawait menilai berkurangnya jumlah penerima bantuan pangan di Jember menjadi sinyal positif terhadap kondisi ekonomi masyarakat di daerah tersebut.

Menurut dia, status Jember sebagai daerah dengan jumlah penerima bantuan terendah di Jawa Timur dapat menjadi indikator adanya perbaikan ekonomi secara bertahap.

“Gunakan bantuan ini secara bijak. Saya juga meminta masyarakat ikut mengawasi proses penyalurannya,” tuturnya.

“Jika ditemukan bantuan yang tidak tepat sasaran atau ada warga yang layak menerima tetapi belum masuk data, segera laporkan agar bisa langsung kami tindak lanjuti,” sambungnya.

Pemkab Jember bersama memastikan distribusi bantuan pangan akan terus dilakukan secara bertahap hingga seluruh penerima manfaat di berbagai wilayah mendapatkan haknya sesuai data yang telah ditetapkan pemerintah. (ngga/yud/mar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'BI Kediri Gelar Bazar Pangan Murah Ramadhan 2024':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO