Bupati Jember saat memberi sambutan ketika distribusi bantuan beras di kawasan Mangli.
Ia menambahkan, untuk alokasi bantuan periode Februari-Maret, Bulog menyiapkan komoditas berupa 8.000 ton beras serta 1,8 juta liter minyak goreng yang pendistribusiannya dilakukan secara bertahap.
Pada tahap awal, distribusi diprioritaskan di tiga kecamatan utama, yakni Kaliwates, Patrang, dan Sumbersari. Untuk memastikan bantuan tersalurkan dengan baik, proses distribusi juga didukung sistem aplikasi digital serta pengawasan petugas di setiap kelurahan.
Sementara itu, Gus Fawait menilai berkurangnya jumlah penerima bantuan pangan di Jember menjadi sinyal positif terhadap kondisi ekonomi masyarakat di daerah tersebut.
Menurut dia, status Jember sebagai daerah dengan jumlah penerima bantuan terendah di Jawa Timur dapat menjadi indikator adanya perbaikan ekonomi secara bertahap.
“Gunakan bantuan ini secara bijak. Saya juga meminta masyarakat ikut mengawasi proses penyalurannya,” tuturnya.
“Jika ditemukan bantuan yang tidak tepat sasaran atau ada warga yang layak menerima tetapi belum masuk data, segera laporkan agar bisa langsung kami tindak lanjuti,” sambungnya.
Pemkab Jember bersama Bulog memastikan distribusi bantuan pangan akan terus dilakukan secara bertahap hingga seluruh penerima manfaat di berbagai wilayah mendapatkan haknya sesuai data yang telah ditetapkan pemerintah. (ngga/yud/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




