Kalapas Blitar Ikut Tes Urine Bareng Warga Binaan, Hasil Razia Temukan Kartu Remi hingga Speaker

Kalapas Blitar Ikut Tes Urine Bareng Warga Binaan, Hasil Razia Temukan Kartu Remi hingga Speaker Kegiatan tes urine Lapas Blitar. Foto: Akina/BANGSAONLINE

BLITAR,BANGSAONLINE.com - Lapas Kelas IIB Blitar menggelar tes urine dan kamar hunian warga binaan untuk memperketat pengawasan terhadap peredaran narkoba serta menjaga keamanan di lingkungan lapas.

Kegiatan tersebut menyasar petugas lapas dan warga binaan. Kepala Lapas Kelas IIB Blitar Iswandi turut menjalani pemeriksaan bersama pejabat struktural dan penghuni lapas sebagai bentuk transparansi serta pengawasan internal.

Sebanyak 15 petugas lapas, termasuk pejabat struktural dan Kalapas Iswandi, menjalani tes urine di dalam lingkungan lapas.

Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan terhadap 30 warga binaan laki-laki dan lima warga binaan perempuan.

Dari hasil pemeriksaan, seluruh peserta dinyatakan negatif narkoba. Hasil tersebut menjadi indikator bahwa pengawasan terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkotika di dalam lapas terus diperketat.

"Semua klir hasilnya negatif semua," ujar Iswandi.

Selain tes urine, petugas juga menggelar dan penggeledahan kamar hunian warga binaan. Dalam kegiatan itu, petugas menemukan sejumlah barang yang dilarang berada di dalam lapas.

Barang yang diamankan di antaranya kartu remi, speaker, dan berbagai peralatan lain yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan serta ketertiban di lingkungan lapas.

Seluruh barang hasil kemudian dimusnahkan dengan cara dibakar di area lapas.

Pemusnahan dilakukan sebagai bentuk tindakan tegas terhadap barang-barang terlarang yang masuk ke dalam lapas.

Iswandi mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan lapas yang bersih dari narkoba maupun pelanggaran aturan lainnya.

Menurutnya, tes urine dan rutin merupakan langkah pencegahan agar tidak ada celah penyalahgunaan narkotika di dalam lapas. 

Selain itu, pengawasan ketat juga dilakukan untuk memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga.

“Ini kami lakukan untuk meminimalisir penyalahgunaan narkoba dan membersihkan lapas dari hal-hal yang memang tidak diperbolehkan berada di dalam lapas. Jadi barang-barang yang kami temukan langsung kami bakar agar tidak disalahgunakan lagi,” ujar Iswandi.

Pihak lapas memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari komitmen mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari narkoba. (ina/van)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO