Menteri Haji dan Umrah Dr KH Mochammad Irfan Yusuf (Gus Irfan) saat menyampaikan sambutan dalam acara Halal Bihalal Ikapete di Pesantren Tebuireng, Jombang, Sabtu (18/4/2026). Foto: dokumen Kemenhaj
“Ini yang seneng panitia,” tambah Gus Irfan sembari tertawa.
Putra KH Muhammad Yusuf Hasyim (Pengasuh Pesantren Tebuireng sejak 1965 hingga 2006) itu minta doa kepada para kiai dan alumni agar dalam mengemban amanah sebagai menteri haji dan urmah diberi kekuatan dan kelancaran.
Menurut Gus Irfan, menjadi menteri itu sangat berat.
“Saya banyak kehilangan teman,” ujar Gus Irfan.
Cucu Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari – pendiri NU dan Pesantren Tebuireng - itu lalu bercerita kenapa ia harus banyak kehilangan teman.
Menurut Gus Irfan, banyak temannya yang minta bertemu dirinya. Tapi ketika ditemui banyak diantara mereka yang justru membawa teman yang memiliki kepentingan terkait pelaksanaan haji dan umrah. Padahal Gus Irfan sendiri ingin menjalankan tugas sesuai aturan dan undang-undang.
Karena itu Gus Irfan tidak bisa memenuhi harapan teman-temannya karena bertentangan dengan peraturan. Akhirnya Gus Irfan lebih banyak sendirian.
“Saya gowes pun sendirian, hanya ditemani walpri,” ujar Gus Irfan.
Meski demikian Gus Irfan tidak menutup silaturahim. Menurut dia, silakan bertemu tapi jangan bicara soal kepentingan terkait haji. Gus Irfan bahkan mempersilakan bicara apa saja, termasuk masalah politik, NU dan sebagainya, tapi jangan soal “titip menitip”.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




