Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, memotong tumpeng seusai pelantikan PC dan PAC Pergunu se-Kabupaten Cirebon di Pendopo Kabupaten Cirebon, Selasa (14/4/2026). Potong tumpeng itu dalam rangka HUT Pergunu. Foto: MMA/bangsaonline
CIREBON, BANGSAONLINE.com – Menjelang Muktamar ke-35 NU banyak Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) yang mulai menggulirkan aspirasi tentang sosok calon Rais Aam Syuriah PBNU 2026-2031.
“Muncul wacana di kalangan PCNU yang menginginkan figur Rais Aam sudah selesai secara ekonomi,” ujar Ketua PCNU Kabupaten Cirebon KH. Aziz Hakim Syaerozie di sela-sela acara pelantikan Pengurus Cabang dan Pengurus Anak Cabang (PAC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) se-Cirebon di Pendopo Kabupaten Cirebon, Selasa (14/4/2026).
Menurut Kiai Aziz Hakim Syairozie, aspirasi para ketua PCNU itu masuk akal dan rasional.
“Karena jika secara ekonomi sudah selesai, maka Rais Aam tak akan direpotkan masalah ekonomi sehingga bisa independen,” ujarnya.
Bukan hanya itu. Menurut Kiai Aziz Hakim, jika secara ekonomi sudah selesai, maka Rais Aam bisa menjaga marwah atau muru’ah NU.
“Ya itu wacana yang muncul di teman-teman PCNU. Kalau Kiai Asep Saifuddin Chalim bersedia sangat membanggakan bagi Jawa Barat,” tukas Kiai Abdul Aziz kemudian.
Dalam acara pelantikan PC Pergunu dan PAC Pergunu se-Cirebon itu hadir Bupati Cirebon H. Imron. Juga hadir Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nhadlatul Ulama (Pergunu) dan Ketua PW Pergunu Jawa Barat Dr Saepullah.
Sebelumnya, seperti diberitakan BANGSAONLINE, Ketua PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhammad menyatakan bahwa Kiai Asep Saifuddin Chalim tidak hanya dibutuhkan Pergunu tapi ke depan juga dibutuhkan NU.
“Ke depan Kiai Asep tidak hanya dibutuhkan Pergunu tapi juga dibutuhkan NU,” tegas Kiai Juhadi Muhammad saat menyampaikan sambutan dalam acara Halal Bihalal dan Temu Kader Pergunu se-Jawa Barat di Hotel Horison di Kota Bandung, Senin (13/4/2026).
Menurut Kiai Juhadi, memang Pergunu akan "kehilangan" jika Kiai Asep aktif di PBNU, terutama sebagai Rais Aam Syuriah PBNU.
"Tapi kan sama NU-nya," kata Kiai Juhadi kemudian.

Prof Dr Alwi Shihab memberikan cinderamata kepada Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim di Pondok Pesantren Sekolah Mandiri Cahaya Hati di kawasan Menteng Jakarta., Ahad (12/4/2026). Foto: bangsaonline
Dalam acara Halal Bihalal yang digelar Ketua PW Pergunu Jawa Barat Dr Saepulloh itu hadir pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A dan beberapa tokoh lain.
Kiai Juhadi Muhammad mengaku terenyuh menyimak sejarah perjuangan Kiai Asep.
“Saya sampai meneteskan air mata,” ujar Kiai Juhadi.
Kiai Asep adalah putra ulama besar dan bahkan pendiri NU KH Abdul Chalim. Tapi, menurut Kiai Juhadi, ternyata saat remaja makan intip (kerak nasi yang masih menempel di tempat masak) sisa santri karena miskin.
“Mungkin kita belum pernah mengalami,” ujarnya.
Lalu bagaimana tanggapan Kiai Asep?
Kiai Asep mengaku tak mempersoalkan siapapun ulama atau kiai yang menjadi Rais Aam Syuriah PBNU.
"Yang penting tidak ada risywah," ujar Kiai Asep yang pada 2025 lalu mendapat anugrah penghargaan sebagai tokoh Penggerak Ekonomi Keuangan Syariah untuk Negeri dari Bank Indonesia (BI).
Sebab, menurut Kiai Asep, pangkal masalah NU selama ini adalah risywah.
Menurut Kiai Asep, kewibawaan dan supremasi Syuriah akan kembali tegak jika para kiai NU - terutama jajaran Rais Syuriah - kompak memberantas risywah.
"PCNU dan PWNU yang datang ke Muktamar NU diberi uang transport karena perjalanan dari daerah masing memang butuh beaya transportasi dan sebagainya. Tapi jangan dalam bentuk transaksional atau tawar menawar suara sehingga terjadi risywah," ujar kiai miliarder tapi dermawan yang memiliki puluhan ribu santri itu.
"Bagaimana mungkin kita memperjuangkan kebenaran dengan cara yang tidak benar," tambah Kiai Asep.
Seperti diberitakan BANGSAONLINE, Kiai Asep mendapat banyak undangan di Jakarta dan Jawa Barat sejak Ahad (12/4/2026) hingga Rabu (15/4/2026). Pada Ahad malam Kiai Asep diminta Prof Dr Alwi Shihab, Menteri Luar Negeri para era Presiden Gus Dur untuk memberikan motivasi kepada para santri Pondok Pesantren Sekolah Mandiri Cahaya Hati di kawasan Menteng Jakarta Pusat. Pondok Pesantren Sekolah Mandiri Cahaya Hati adalah lembaga pendidikan Islam yang didirikan Alwi Shihab untuk menampung para anak yatim dan dhu’afa.
Kiai Asep kemudian menuju Kota Bandung untuk menghadiri Halal Bihalal Pergunu Jawa Barat. Pada pagi harinya Kiai Asep memberikan pengajian di Pesantren Amanatul Ummah 02 di Leuwimunding Majalengka Jawa Barat sekaligus menghadiri acara pelantikan PAC Pergunu Leuwimunding Majalengka.

Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA dan rombongan bersama KH Imam Jazuli dan istrinya di Pesantren BIMA Cirebon, Selasa (14/4/2026). Foto: bangsaonline.
Kiai Asep dan rombongan kemudian menuju Pendopo Kabupaten Cirebon untuk menghadiri pelantikan PC Pegunu dan PAC Pergunu se-Kabupaten Cirebon. Dalam acara itu hadir Bupati Cirebon H. Imron dan Ketua PCNU Kabupaten Cirebon KH. Aziz Hakim Syaerozie.
Sore itu juga Kiai Asep dan rombongan menuju Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) di Cisaat Dukupuntang Cirebon Jawa Barat. Kiai Asep dan rombongan disambut langsung pendiri dan pengasuh Pesantren BIMA KH Imam Jazuli dan istrinya, Umi Nyai Hj. Malika Lulu.
Di pesantren yang alumninya banyak diterima di perguruan tinggi luar negeri itu Kiai Asep memberikan pengarahan dan motivasi kepada para ustadz dan ustadzah Pesantren BIMA. Sebelumnya, Kiai Asep juga mengirim para ustadz Amanatul Ummah untuk memberikan bimbingan teknis terhadap para ustadz dan ustadzah Pesantren BIMA. Terutama dalam masalah try out para santri untuk persiapan ke perguruan tinggi.





