Distribusi minyak goreng di Kabupaten Pasuruan. Foto: M. ANDY FACHRUDIN/BANGSAONLINE
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Stabilitas pangan di Kabupaten Pasuruan terganggu akibat distribusi minyak goreng dari Bulog terhenti sejak 4 Maret 2026. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran spekulasi harga di tingkat ritel.
Satgas Pangan Kabupaten Pasuruan bersama aparat kepolisian dan pemerintah daerah melakukan inspeksi mendadak di Pasar Bangil, Rabu (15/4/2026). Sebagai langkah intervensi, 9,6 ton minyak goreng langsung digelontorkan ke pasar untuk menutup celah distribusi dan menahan gejolak harga.
Kanit II Ekonomi Polres Pasuruan, Iptu Eko Hadi Saputro, menegaskan dropping dilakukan sebagai respons atas keterlambatan distribusi.
“Untuk hari ini kami dari Satgas Pangan bersama Bulog melakukan dropping pasokan sebagai langkah antisipasi. Pasokan yang kita turunkan cukup besar, sekitar 9,6 ton, dan langsung kita distribusikan ke tujuh ritel agar ketersediaan di lapangan tetap aman,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Ditekankan pula bahwa harga minyak yang dijual pedagang harus sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp15.700,00.
“Tidak ada toleransi bagi yang menjual di atas itu atau melakukan penimbunan. Jika ditemukan pelanggaran, akan kami tindak tegas sesuai aturan,” sambungnya.
Sementara itu, Kabid Perdagangan Diskoperindag Kabupaten Pasuruan, Riswahyudi, menyebut kendala utama terletak pada distribusi, bukan stok.
“Artinya, masalah ini bukan pada ketersediaan barang, tapi pada kelancaran distribusi. Itu yang hari ini kita dorong agar kembali normal,” ucapnya.
Selain minyak goreng, pengawasan juga dilakukan terhadap beras, gula, telur, dan daging yang rentan fluktuasi harga. (maf/par/mar)





