Wamenhaj, Dahnil Anzar Simanjuntak. Foto: Dok. Kemenhaj.
BANGSAONLINE.com - Pemerintah tengah mengkaji skema penyelenggaraan ibadah haji tanpa antrean, dengan tetap memastikan perlindungan bagi jutaan calon haji yang telah lama menunggu.
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan bahwa wacana tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum menjadi keputusan.
BACA JUGA:
- Jelang Armuzna, Ini Taushiah Penting Amirulhaj Prof Kiai Asep kepada Jemaah Haji dan Petugas Haji
- Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tiba di Arab Saudi, Kemenhaj Fokus Persiapan Armuzna
- Jemaah Haji yang Hilang di Arab Saudi Ditemukan Meninggal Dunia, Kemenhaj Sampaikan Duka Cita
- Pembayaran Dam Haji 2026 Tembus Rekor, Mayoritas Daging Kurban Disalurkan ke Palestina
“Sekarang Presiden berkeinginan supaya dipikirkan bagaimana caranya haji tidak ngantre. Jadi, haji yang tidak ngantre. Nah itu yang sedang kami formulasikan,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Ia menjelaskan, antrean panjang haji di Indonesia terjadi karena pengelolaan keuangan haji membuat jumlah pendaftar terus meningkat, sementara kuota terbatas.
“Semakin banyak itu (pendaftar) semakin lama ngantre,” tuturnya.
Sebagai perbandingan, Dahnil menyebut Malaysia memiliki sistem tabung haji yang juga menimbulkan antrean panjang, sementara di India antrean tidak sepanjang di Indonesia.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




