Wamenhaj, Dahnil Anzar Simanjuntak. Foto: Dok. Kemenhaj.
Pemerintah kini mengkaji kemungkinan penerapan model lebih fleksibel, menyerupai sistem pembelian tiket langsung sesuai kuota dari Arab Saudi.
“Jadi kita dikasih kuota oleh Arab Saudi 200 ribu. Nah kemudian itu kita tetapkan harganya berapa. Kemudian nanti nggak perlu ngantre. Jadi masing-masing langsung pesan siapa yang dapat, itu yang berangkat,” urai Dahnil.
Kendati demikian, ia menegaskan perlindungan bagi jamaah yang sudah masuk daftar tunggu tetap menjadi prioritas.
“Kan, ada yang ngantre sekarang mau naik haji itu 5,7 juta orang. Nah bagaimana perlindungan terhadap mereka?,” katanya.
Ia menambahkan, wacana ini masih terus digodok agar keinginan Presiden terkait haji tanpa antrean dapat terwujud.
“Nanti mungkin akan saya jelaskan keterangannya, modelnya seperti apa. Tapi ini bukan keputusan, ini sedang kita godok terus-menerus,” pungkasnya. (msn/rom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




