Ekonomi di Jember 2025 Tumbuh, Investasi Capai Rp2,57 Triliun

Ekonomi di Jember 2025 Tumbuh, Investasi Capai Rp2,57 Triliun Bupati Jember, Muhammad Fawait.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Kinerja perekonomian di Jember sepanjang tahun lalu menunjukkan perkembangan positif. Di bawah kepemimpinan Muhammad Fawait, sejumlah indikator ekonomi bergerak stabil dan progresif, termasuk keberhasilan daerah dalam mengendalikan inflasi serta menarik minat investor.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Jember sebesar 2,77 persen, lebih rendah dari rata-rata nasional 2,92 persen dan Jawa Timur 2,93 persen. Kepala daerah yang akrab disapa Gus Fawait itu menyebut, capaian ini hasil penerapan strategi 4K oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). 

“Strategi ini menitikberatkan pada empat aspek utama, yakni menjaga harga tetap terjangkau, memastikan ketersediaan bahan pangan, memperlancar distribusi, serta memperkuat komunikasi kepada masyarakat,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Selain operasi pasar, kerja sama lintas instansi turut menjaga stabilitas harga komoditas. Meski biaya perawatan pribadi naik 13,66 persen, daya beli masyarakat tetap terjaga berkat deflasi 2,56 persen pada sektor jasa keuangan dan teknologi informasi.

Pertumbuhan signifikan juga terlihat pada investasi. Data BKPM per Januari 2026 menunjukkan realisasi investasi Jember sepanjang 2025 mencapai Rp2,57 triliun, naik 70,2 persen dari tahun sebelumnya Rp1,51 triliun. 

Angka ini melampaui target RPJMD 2025-2029 sebesar Rp1,85 triliun dan menciptakan hampir 10 ribu lapangan kerja baru.

Sektor properti dan kawasan industri menjadi penyumbang terbesar, diikuti industri makanan, kimia dan farmasi, mineral non-logam, serta perdagangan dan jasa reparasi. Pemkab Jember berkomitmen menciptakan iklim usaha ramah investasi melalui penyederhanaan perizinan.

“Harapannya, kondisi ini mampu mendorong kemandirian ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jember secara merata,” kata Gus Fawait. (ngga/yud/mar)