Tentara Amerika di Timteng Lari ke Hotel-Hotel, Iran Peringatkan Bakal Serang Mereka

Tentara  Amerika di Timteng Lari ke Hotel-Hotel, Iran Peringatkan Bakal Serang Mereka Tampak asap mengepul tinggi di pelabuhan Zayed Abu Dhabi setelah Iran menyerang pelabuhan tersebut pada 1 Maret 2026. Foto: AFP RYAN LIM/Kompas

TEHERAN, BANGSAONLINE.com – Petinggi militer Iran menengarai bahwa para tentara Amerika Serikat (AS) lari ke hotel-hotel di Timur Tengah untuk berlindung dan menyelamatkan diri dari serangan Iran. Karena itu tentara Iran mengancam akan menyerang hotel-hotel di Timur Tengah yang menampung tentara Amerika Serikat tersebut.

Ancaman itu disampaikan Abolfazl Shekarchi, juru bicara angkatan bersenjata Iran. Ia menengarai hotel-hotel yang sebenarnya bangunan sipil tapi digunakan untuk menampung para tentara AS untuk bernaung.

"Ketika semua (pasukan) Amerika masuk ke dalam sebuah hotel, maka dari sudut pandang kami, hotel tersebut menjadi milik Amerika," tegas juru bicara angkatan bersenjata Iran Abolfazl Shekarchi saat tampil di televisi pemerintah Iran, Kamis (27/3/2026).

Dilansir AFP, Shekarchi mengaku tak akan berpangku tangan menyaksikan serangan AS dan Israel kepada Iran.

"Haruskah kami hanya berpangku tangan dan membiarkan Amerika menyerang kami? Saat kami merespons, tentu kami harus menyerang di mana pun mereka berada," ujar Shekarchi lagi.

Sementara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuding tentara AS sengaja memanfaatkan warga di negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) sebagai "perisai manusia".

Melalui unggahan di platform media sosial X, Araghchi mengeklaim adanya pergerakan pasukan AS yang meninggalkan pangkalan militer.

"Sejak awal perang ini, tentara AS melarikan diri dari pangkalan militer di GCC untuk bersembunyi di hotel-hotel dan perkantoran," tulis Araghchi sembari minta pihak hotel di kawasan tersebut menolak pemesanan kamar bagi tentara AS.

Kantor berita Fars yang bermarkas di Teheran, seperti dikutip Kompas, juga melaporkan bahwa pihak Iran telah mengirimkan peringatan kepada pihak pengelola hotel di kawasan Timur Tengah. Fokus peringatan tersebut terutama ditujukan kepada hotel-hotel yang berada di Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain.

Menurur kantor berita Fars, intelijen militer Iran mengklaim telah mengidentifikasi keberadaan pasukan AS di lokasi-lokasi serupa di negara lain seperti Suriah, Lebanon, dan Djibouti.

Bagaimana tanggapan negara-negara di Teluk? Mereka membantah memberi perlindungan pada tentara AS. Mereka juga membantah telah membiarkan negara mereka dijadikan pangkalan serangan AS ke Iran.