SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan menyusul prediksi musim kemarau panjang dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, koordinasi lintas instansi telah dilakukan guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi, baik banjir maupun kekeringan.
BACA JUGA:
- Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026, Gubernur Jatim Ajak Ajak Kuatkan Toleransi
- Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
- Dominasi Prestasi Nasional Raih 45.839 Medali di SIMT , Gubernur Khofifah Sampaikan Hal ini
“Kita bersyukur Kepala BNPB hadir langsung bersama tim, BMKG Kelas I Juanda dan Basarnas Jawa Timur. Hari ini masih ada banjir, namun mulai April sudah ada potensi kekeringan,” ujar Khofifah usai rakor mitigasi bencana hidrometeorologi di Surabaya, Jumat (27/3/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah wilayah di Jawa Timur seperti Tuban telah mulai mengalami fase awal kekeringan.
Kondisi ini diperkirakan meningkat pada Mei dan mencapai puncaknya pada Agustus 2026.
Menurut Khofifah, situasi tersebut menjadi perhatian serius mengingat Jawa Timur merupakan lumbung pangan nasional.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




