Tampak asap mengepul tinggi di pelabuhan Zayed Abu Dhabi setelah Iran menyerang pelabuhan tersebut pada 1 Maret 2026. Foto: AFP RYAN LIM/Kompas
Melalui unggahan di platform media sosial X, Araghchi mengeklaim adanya pergerakan pasukan AS yang meninggalkan pangkalan militer.
"Sejak awal perang ini, tentara AS melarikan diri dari pangkalan militer di GCC untuk bersembunyi di hotel-hotel dan perkantoran," tulis Araghchi sembari minta pihak hotel di kawasan tersebut menolak pemesanan kamar bagi tentara AS.
Kantor berita Fars yang bermarkas di Teheran, seperti dikutip Kompas, juga melaporkan bahwa pihak Iran telah mengirimkan peringatan kepada pihak pengelola hotel di kawasan Timur Tengah. Fokus peringatan tersebut terutama ditujukan kepada hotel-hotel yang berada di Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain.
Menurur kantor berita Fars, intelijen militer Iran mengklaim telah mengidentifikasi keberadaan pasukan AS di lokasi-lokasi serupa di negara lain seperti Suriah, Lebanon, dan Djibouti.
Bagaimana tanggapan negara-negara di Teluk? Mereka membantah memberi perlindungan pada tentara AS. Mereka juga membantah telah membiarkan negara mereka dijadikan pangkalan serangan AS ke Iran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




