SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Kebakaran yang melanda lima kamar di lantai 3 Rusun Sombo, Kecamatan Simokerto, Surabaya, Rabu (25/2/2026) sore, masih dalam penyelidikan.
Polisi menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Kapolsek Simokerto, Kompol Zainur Rofik, Kamis (26/2/2026), mengatakan hingga kini penyebab kebakaran belum dapat disimpulkan. “Penyebab kebakaran masih menunggu hasil dari Labfor,” ujarnya.
Ia menambahkan, api telah berhasil dipadamkan. Berdasarkan pendataan sementara, lima kamar di lantai 3 yang terbakar yakni kamar nomor 306, 307, 308, 309, dan 309-A.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, M. Rokhim, menjelaskan pihaknya mengerahkan 11 unit mobil pemadam dan enam unit rescue untuk menjinakkan api.
“Api pokok berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.29 WIB. Petugas kemudian melakukan proses pembasahan hingga lokasi dinyatakan kondusif pada pukul 17.34 WIB,” terangnya.
Ia menyebutkan, sumber api berada di lantai 3. Empat kamar di lantai tersebut terbakar, sementara dua kamar di lantai 4 turut terdampak. Masing-masing kamar berukuran sekitar 3 x 7 meter persegi.
Empat kamar yang terbakar dihuni oleh Mat Disuk, Saleh, Surohmah, dan Mudofar. Sedangkan dua kamar di lantai 4 yang terdampak merupakan milik Suminto dan Taufik.
Dugaan awal menyebutkan kebakaran dipicu korsleting listrik atau percikan dari stop kontak pengisi daya telepon genggam yang berada di atas kasur. Hal itu disampaikan salah satu warga Rusun, Bambang.
Bambang mengaku pertama kali melihat asap hitam dari lantai 3, tepatnya kamar milik Ali (25), saat sedang membuka toko kelontong bersama istrinya.
“Saya berhadapan langsung dengan lokasi kebakaran. Saya beri tahu ibu-ibu yang sedang berkumpul di bawah. Mereka sempat berteriak ke atas, tapi tidak ada jawaban. Asap makin tebal lalu muncul api. Ali yang berada di kamar langsung keluar minta bantuan memadamkan api,” tandasnya. (rus/van)














