Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander
Kondisi tubuh korban yang mengalami luka bakar menyulitkan proses pengambilan sidik jari.
Untuk memastikan identitas secara akurat, penyidik menyiapkan langkah lanjutan apabila sidik jari tidak dapat terbaca.
Di antaranya mencocokkan riwayat medis sebelum meninggal serta memperlihatkan sisa pakaian dan barang yang melekat pada jenazah kepada pihak keluarga.
"Secara fakta di lapangan, indikasi kuat memang mengarah pada ibu dan anak asal Nganjuk. Namun, kami tetap mengedepankan prosedur ilmiah melalui tes DNA jika pemeriksaan sidik jari tidak membuahkan hasil," tegas Dimas.
Selain identifikasi korban, tim forensik juga mendalami penyebab kematian. Polisi menemukan botol berisi cairan yang diduga bahan bakar minyak (BBM) di antara puing bangunan di lokasi kejadian.
Hingga kini, penyidik masih bekerja untuk memastikan apakah peristiwa tersebut merupakan kecelakaan atau terdapat unsur tindak pidana. (aan/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




