Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun menyampaikan capaian JKN 2025 di depan awak media. Foto: Hendro Suhartono/BANGSAONLINE
MADIUN,BANGSAONLINE.com - BPJS Kesehatan Cabang Madiun memaparkan capaian implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Tahun 2025, dengan empat daerah telah mencapai Universal Health Coverage (UHC) dan Kabupaten Ponorogo masih di angka 83 persen.
Pemaparan tersebut disampaikan dalam kegiatan media gathering di Edupark Ngruwobening, Kota Madiun, Jumat (13/2/2026).
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun, Wahyu Dyah Puspitasari, menyatakan wilayah kerjanya mencakup lima daerah, dan empat di antaranya telah memenuhi target UHC (Universal Health Coverage).
Sementara itu, Kabupaten Ponorogo masih menjadi pekerjaan rumah karena belum mencapai target yang dipersyaratkan.
Menurut Wahyu, belum tercapainya UHC di Ponorogo masih dibahas bersama Pemerintah Kabupaten Ponorogo.

"Monggo hal ini juga bisa ditanyakan pada Pemda Ponorogo, karena ini juga terkait dengan kapasitas viskal setempat," tutur Wahyu.
Ia menjelaskan, secara jumlah penduduk, Kabupaten Ponorogo merupakan yang terbesar di wilayah kerja BPJS Cabang Madiun sehingga membutuhkan dukungan anggaran lebih besar.
"Cakupan saat ini baru sekitar 83 persen. Sehingga kami masih mencari solusi bersama dengan pemda setempat," tandas Wahyu.
Sebagai langkah alternatif, BPJS mendorong peningkatan kepedulian perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk membantu kepesertaan warga binaan.
Selain itu, BPJS Kesehatan Cabang Madiun juga memperluas sosialisasi dengan menggandeng BP2MI agar calon tenaga kerja Indonesia (TKI) maupun tenaga kerja wanita (TKW) mendaftar sebagai peserta JKN sebelum berangkat bekerja ke luar negeri.
Langkah tersebut dilakukan agar keluarga yang ditinggalkan tetap memiliki jaminan kesehatan dan tidak terkendala biaya saat membutuhkan layanan pengobatan. (dro/van)








