Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo (pakai blangkon) berfoto bersama pengurus Dekopinda Kabupaten Sumenep di Pendopo Agung
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Sumenep resmi dikukuhkan di Pendopo Agung, Kamis (12/2/2026).
Pengukuhan tersebut dihadiri Pimpinan Dekopinwil Jawa Timur, Bupati Sumenep, serta jajaran pengurus koperasi se-Kabupaten Sumenep. Prosesi berlangsung khidmat dan menjadi momentum penting dalam menegaskan komitmen bersama membangun ekonomi daerah berlandaskan asas kekeluargaan dan gotong royong.
BACA JUGA:
- Harga Garam di Gili Raja Sumenep Turun Saat Musim Produksi Mulai Ramai
- 1.356 CJH Sumenep Berangkat ke Tanah Suci, Wabup Ingatkan Cuaca Ekstrem di Makkah
- YBM PLN Salurkan Bantuan Ternak Kambing untuk Buruh Serabutan di Sumenep
- Sambut Musim Tanam Tembakau, Petani Sumenep Mulai Semai Bibit, Harga Capai Rp50 Ribu per Ikat
Ketua Dekopinda Sumenep, Sustono, menyatakan pengukuhan ini menjadi awal tanggung jawab besar dalam menggerakkan organisasi. Ia menegaskan komitmennya untuk mendorong koperasi di Sumenep lebih profesional, adaptif, dan transparan dalam tata kelola.
"Sinergi antara pemerintah daerah dan insan koperasi sangat penting untuk memperkuat ekonomi masyarakat daratan maupun kepulauan," ujar Sustono.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus Dekopinda yang baru dikukuhkan.
Ia berharap kepengurusan baru mampu melanjutkan tonggak sejarah gerakan koperasi yang telah dirintis sebelumnya.
Pemkab Sumenep berkomitmen memberikan dukungan agar koperasi tumbuh sehat dan modern, khususnya dalam penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Transformasi tata kelola berbasis aplikasi keuangan menjadi salah satu prioritas guna meningkatkan akuntabilitas lembaga.
"Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya agar koperasi memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat pesisir," kata Achmad Fauzi Wongsojudo.
Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Dekopinwil Jawa Timur Slamet Sutanto mengajak seluruh pengurus bekerja dengan visi yang jelas, tata kelola yang baik, serta komitmen pelayanan kepada anggota, selaras dengan jargon “Bekerja tiada henti, mengabdi tanpa pamrih.”
“Jargon tersebut menjadi penegasan bahwa gerakan koperasi adalah gerakan pengabdian demi kesejahteraan bersama,” ucap Slamet Sutanto. (van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




