Sekum PP Muhammadiyah Hafal Tahlil, Mendikdasmen Abd Mu'ti: NU-Muhammadiyah Ibarat Dua Sayap Garuda

Sekum PP Muhammadiyah Hafal Tahlil, Mendikdasmen Abd Mu Mendikdasmen Prof Dr Abdul Mu'ti, M.Ed bersama Prof Dr kH Asep Saifuddin Chalim, MA dan Dr Muhammad Al Baraa serta Prof Zainuddin Maliki dalam acara pengajian akbar di Pondok Pesantrern Amanatul Ummah Jalan Siwalankerto Utara Surabaya, Sabtu (7/2/2026). Foto: M. Mas'ud Adnan

“Kalau yang lain, mohon maaf, bukan merendahkan yang lain, itu cukup dihubungi oleh Kepala BSKAP, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. Tapi khusus beliau saya datang menyampaikan permintaan. Karena beliau guru saya, senior saya. Mudah-mudahan pinangan itu tidak ditolak. Kalau ditolak sakitnya tuh disini,” ujarAbdul Mu’ti yang langsung disambut tawa para kiai, tokoh masyarakat, guru dan para santri yang memenuhi lokasi acara.

Sakitnya Tuh Disini adalah potongan lirik lagu dangdut yang dinyanyikan penyanyi cantik Cita Citata yang pernah meledak pada tahun 2014.

Abdul Mu’ti mengaku sering bertemu Kiai Asep dalam forum-forum kenegaraan. Termasuk saat diundang Presiden Prabowo Subianto dalam silaturahim dengan para tokoh umat Islam dari berbagai organisasi Isam. Tapi hanya singkat, say hello saja. Karena itu ia mengaku sangat senang bisa bertemu langsung di Aamanatul Ummah.

“Beliau (Kiai Asep) hadir sebagai ulama dan juga tokoh yang sangat kita muliakan karena keteladanannya, dan juga karena ilmunya serta keberhasilannya mendidik putra-putri Indonesia. Sukses Amanatul Ummah,” tegas Abdul Mu’ti.

Menteri Abdul Mu’ti saat sambutan juga menyinggung tentang Gus Bara, putra Kiai Asep yang kini Bupati Mojokerto. Ia mengaku senang bertemu Gus Bara. Menurut dia, Gus Bara bergelar LC berarti lulusan Universitas Al Azhar Mesir dan hafal Al Quran 30 juz.

“Kalau saya LC lulusan Ciputat dan hafal juz 30,” canda Menteri Abdul Mu’ti yang meraih gelar Master of Education dari School of Education, Flinders University of South Australia di Adelaide pada 1997.

Menteri Abdul Mu’ti mengakui Kiai Asep sukses mencetak santri berprestasi karena pada tahun Angkatan 2025 sebanyak 1.269 santri Amanatul Ummah diterima di perguruan tinggi negeri dan luar negeri. Menteri kelahiran Kudus Jawa Tengah yang kini berusia 57 tahun (lahir 2 September 1968) itu memang sempat membaca HARIAN BANGSA yang memuat berita 1.269 santri Amanatul lolos di PTN dan luar negeri sebelum menyampaikan pidato. Ia mengakui prestasi Amanatul Ummah luar biasa.

Kedatangan Menteri Abdul Mu’ti mendapat sambutan hangat di Amanatul Ummah. Kiai Asep bahkan mengaku bangga dan haru atas kedatangan tokoh Muhammadiyah itu.

“Ibarat kehadiran adik kandung yang lama tak bertemu,” ujar Kiai Asep mengekspresikan kebahagiaannya. “Seperti Rasulullah bertemu dengan Sayyidina Hamzah,” tambah putra pahlawan nasional KH Abdul Chalim yang kondang sebagai kiai miliarder tapi dermawan itu.

Kiai Asep mengaku sering bertemu dengan Prof Abdul Mu’ti. Termasuk pada saat sama-sama menerima penghargaan Bintang Mahaputra Nararya dari Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.

Dalam acara itu Kiai Asep didampingi Dr Muhammad Al Baraa, LC, M.Hum Bupati Mojokerto, Dr KH Mauhibur Rokhman Rektor Universitas KH Abdul Chalim (UAC) Mojokerto, Dr KH Afif Zamroni Staf Khusus Kementerian Desa dan PDT yang juga Direktur Pascasarjana UAC.

Sedangkan Menteri Abdul Mu’ti didampingi Prof Dr Biyanto, M.Ag Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur dan Prof Dr Zainuddin Maliki mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya yang kini penasehat Menteri Desa dan PDT.

Tampak juga Ketua Harian PAN Jatim Dr Achmad Rubaie dan Wakil Ketua PAN Jatim Mochammad Fachruddin dan lainnya. (M. Mas’ud Adnan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Sedekah dan Zakat Rp 8 M, Kiai Asep Tak Punya Uang, Jika Tak Gemar Bersedekah':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO