13 Koperasi Merah Putih Terkendala Lahan, Pemkab Pamekasan Siapkan Skema Sinergi dengan SPPG

13 Koperasi Merah Putih Terkendala Lahan, Pemkab Pamekasan Siapkan Skema Sinergi dengan SPPG Kantor Diskop UMKM Pamekasan

PAMEKASAN,BANGSAONLINE.com - Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih () di Kabupaten menunjukkan perkembangan signifikan.

Dari total 189 yang telah terbentuk, sebagian besar sudah memasuki tahap pembangunan gerai.

Meski begitu, dari total 189 yang telah terbentuk, sebanyak 13 koperasi hingga kini belum dapat memulai pembangunan karena terkendala ketersediaan lahan, Jumat (6/2/2026).

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Achmad Sjaifudin menyebutkan, hambatan yang dihadapi belasan tersebut beragam, mulai dari persoalan perizinan hingga keterbatasan aset desa.

“Prosesnya sekarang masih seputar perizinan dan administrasi. Ada desa yang memang tidak memiliki tanah kas desa, ada juga lokasi yang dinilai kurang strategis untuk pembangunan gerai,” ujar Achmad.

Meski masih menghadapi kendala di sejumlah titik, Achmad menegaskan pelaksanaan program di secara umum berjalan progresif. Hingga saat ini, dua gerai telah rampung sepenuhnya.

Kedua gerai tersebut masing-masing berlokasi di Desa Samatan dan Desa Tentenan. Selain itu, satu gerai di Desa Bicorong, Kecamatan Pakong, juga hampir selesai karena progres pembangunannya telah mendekati 100 persen.

Selain itu, sekitar enam lainnya telah mencapai progres pembangunan di atas 70 persen, sedangkan sisanya masih dalam tahap pengerjaan dengan capaian berkisar antara 30 hingga 70 persen.

Adapun yang belum dapat dibangun tersebar di sejumlah kecamatan. Di Kecamatan berada di Kelurahan Barurambat Kota dan Parteker. Kecamatan Pegantenan meliputi Desa Pegantenan, Bulangan Branta, dan Bulangan Barat. Sementara di Kecamatan Waru terdapat di Desa Sumber Waru dan Tampojung Tenggina.

Selanjutnya, di Kecamatan Palenggaan terdapat Desa Akor. Kecamatan Pasean meliputi Desa Sana Daja dan Dempo Barat. 

Sedangkan di Kecamatan Batu Marmar berada di Desa Tamberu, Desa Lesong Laok, dan Desa Bujur Tengah.

Achmad menegaskan, tantangan terbesar ke depan tidak hanya terletak pada penyelesaian pembangunan fisik gerai, tetapi juga memastikan seluruh dapat beroperasi secara optimal.

“PR kita bersama yang paling menantang adalah bagaimana mengoperasionalkan ini agar benar-benar berjalan dan mampu memberikan keuntungan bagi koperasi serta anggotanya,” tegasnya.

Sebagai langkah strategis, Diskop UKM juga tengah menggagas sinergi antara dengan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memperkuat rantai ekonomi lokal.

“Kalau ini bisa berjalan, maka perputaran ekonomi koperasi di tingkat desa dan kelurahan akan semakin kuat,” pungkas Achmad. (dim/van)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Haul Akbar di Masjid Nurul Huda Pamekasan, Satukan Generasi dan Santri Kiai Mattawi':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO