Salah satu Sentra PKL di Pamekasan.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Pemkab Pamekasan menyiapkan langkah besar untuk menghidupkan kembali ekonomi rakyat dengan merencanakan revitalisasi dan reaktualisasi empat sentra PKL pada tahun ini.
Program tersebut tidak hanya menyasar perbaikan fisik, tetapi juga penataan menyeluruh agar sentra PKL lebih tertib, fungsional, dan menarik bagi masyarakat.
Kepala Diskop UKM-Naker Pamekasan, Achmad Sjaifudin, menegaskan program tersebut dirancang sebagai upaya transformasi kawasan PKL agar lebih hidup dan berdaya saing.
“Ini bukan renovasi biasa, tapi revitalisasi dan reaktualisasi. Tujuannya supaya sentra PKL benar-benar menarik dan memberi manfaat maksimal bagi para pedagang,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).
Adapun 4 sentra PKL yang masuk dalam rencana revitalisasi yakni Sae Salera di Jalan Niaga, Sae Rassah di Jalan Dirgahayu, Food Colony di Jalan Kesehatan, serta kawasan eks PJKA di Jalan Trunojoyo. Penataan kawasan eks PJKA akan dilakukan bertahap sesuai kesiapan lokasi.
Sjaifudin menjelaskan, sebelum pelaksanaan, pemerintah daerah akan melakukan kajian komprehensif mencakup desain, estetika, hingga fungsi ruang agar sentra PKL mampu menjadi ikon baru Kota Gerbang Salam.
“Kami ingin sentra PKL itu ikonik, berkesan, bahkan instagramable. Bukan kumuh dan semrawut, tapi nyaman dan tetap sesuai aspirasi para PKL,” tuturnya.
Diskop UKM-Naker Pamekasan memperkirakan kebutuhan anggaran Rp3-4 miliar, dengan rincian disesuaikan kondisi tiap sentra. Sae Salera relatif lebih mudah ditata karena tidak ada bangunan permanen, sementara Food Colony membutuhkan izin khusus karena merupakan aset negara.
Selain 4 lokasi utama, pemerintah juga membuka peluang pengembangan 2 sentra tambahan di kawasan Stadion Ratu Pamelingan dan Terminal Kargo Larangan Tokol. Revitalisasi ini diharapkan menjawab keluhan PKL terkait sepinya pengunjung akibat minimnya daya tarik kawasan.
“Di daerah lain seperti Teras Malioboro atau Solo, sentra PKL selalu ramai karena tempatnya ikonik. Konsep itu yang ingin kita hadirkan di Pamekasan,” kata Sjaifudin.
Ia menegaskan, keberhasilan program membutuhkan komitmen bersama antara pemerintah, PKL, dan masyarakat.
“Kalau tempatnya sudah bagus dan nyaman, harus ada ketegasan. Tujuannya agar masyarakat bisa datang bersama keluarga dengan rasa aman, nyaman, dan menyenangkan,” pungkasnya. (bel/dim/mar)






